Timnas Norwegia Akhiri Penantian 28 Tahun

Erling Haaland berebut bola dengan pemain Italia.

MILAN – Timnas Norwegia mengakhiri 28 tahun penantian untuk tampil kembali di Piala Dunia setelah memastikan diri lolos ke Piala Dunia 2026. Norwegia mengalahkan Italia 4-1 pada pertandingan Grup I Kualifikasi zona Eropa di Stadion San Siro, Milan, Senin (17/11) dini hari WIB.

Italia sebenarnya sempat unggul terlebih dahulu melalui gol yang dicetak oleh Francesco Pio Esposito ketika laga baru berjalan 11 menit. Namun Norwegia sanggup mencetak gol lewat  Antonio Nusa (63′), Erling Haaland (78′, 79′) dan Jorgen Strand Larsen (90+3′).

Kemenangan membuat Norwegia mengokohkan posisi Norwegia di peringkat pertama klasemen akhir Grup I Kualifikasi zona Eropa dengan hasil sempurna 24 poin dari delapan pertandingan.

Piala Dunia 2026 akan menjadi penampilan keempat Norwegia di gelaran empat tahunan tersebut setelah sebelumnya tampil pada edisi 1938, 1994 dan 1998.

Di sisi lain, kekalahan membuat Italia harus puas berada di peringkat kedua klasemen akhir Grup I dengan 18 poin dari delapan pertandingan dan masih harus bertarung pada babak playoff Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa.

Pelatih Norwegia Ståle Solbakken mengaku gembira dengan performa timnya.

“Sepak bola jelas telah banyak berkembang sejak masa saya bermain, tetapi generasi ini memiliki dorongan dan semangat yang sama seperti kami. Semua orang menantikan pertemuan dengan tim nasional, semua orang percaya pada proyek ini dan menginginkan yang terbaik untuk satu sama lain,” ujar Solbakken kepada ESPN.

Solbakken telah mengubah Norwegia menjadi kekuatan yang patut diperhitungkan.  Statistik mendukungnya. Norwegia tidak mencetak lebih banyak gol (37) dan assist (29) daripada tim Eropa lainnya di babak kualifikasi (dengan xG 24,70), mereka juga hanya kebobolan lima gol dalam delapan pertandingan, sebuah rekor pertahanan yang dulunya tampak mustahil bagi tim yang kekurangan penjaga gawang mapan.

“Kuncinya adalah saya mampu bekerja dengan tim yang semakin nyaman dengan cara kami ingin bermain sepak bola. Mungkin saya agak terlalu ambisius di awal, tetapi saya menyadari bahwa dengan para pemain yang tersedia, dan mereka yang sedang naik daun, kami perlu mengadopsi gaya yang lebih agresif. Dengan kata lain, untuk merasa percaya diri dalam menerapkan pendekatan yang lebih menyerang bahkan melawan negara-negara yang secara tradisional lebih kuat,” kata Solbakken,

Erling Haaland mengatakan dirinya lega bisa membawa negaranya lolos ke Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Amerika Serikat, Meksiko dan Kanada. “Saya senang, tapi lebih merasa lega. Ada banyak tekanan dan hal lainnya, dan saya merasakan itu. Tapi, ini menyenangkan,”  kata Haaland, dikutip dari laman resmi UEFA.

Haaland menjadi sosok vital pada keberhasilan Norwegia dengan berhasil mencetak sebanyak 16 gol dari delapan pertandingan yang ia lalui sepanjang babak kualifikasi bersama Norwegia.

“Ini tentang masuk ke situasi di mana saya bisa mencetak gol, dan saya berhasil melakukannya dua kali hari ini. Rasanya benar-benar gila. Saya bangga dan ini sungguh fantastis. Fakta bahwa kami bisa datang ke sini dan menang 4-1 menunjukkan bahwa kami agak sulit ditebak. Ini cukup bagus untuk diketahui semua orang,”  kata pemain berusia 25 tahun itu.

Di sisi lain, pelatih Timnas Italia Gennaro Gattuso  meminta maaf atas hasil ini. “Pertama-tama, kami harus meminta maaf kepada para suporter kami, karena 4-1 adalah hasil yang berat. Sangat disayangkan, babak pertama sangat bagus, kami adalah tim yang tangguh, tetapi kekecewaan terbesar adalah babak kedua tidak sesuai standar tersebut. Selamat untuk Norwegia, tetapi kami memulai lagi dari babak pertama, di mana kami melakukan apa yang seharusnya kami lakukan, lalu kami kesulitan setelah jeda,” ujar Gattuso kepada RAI Sport.

Ia menyebut para pemain asuhannya ‘ketakutan’ saat menjamu Norwegia. “Kami kehilangan formasi, karena di babak pertama kami menekan dengan cara yang benar, lalu kami mulai kehilangan bola dengan terlalu mudah, memberi Norwegia ruang bermain. Kami kehilangan bola, salah umpan, dan terdesak, itulah yang terjadi. Kami harus mengulang performa di babak pertama, ketika kami solid, di posisi yang tepat, tetapi begitu lawan menciptakan peluang, kami mulai takut. Di situlah kami harus berubah dan berkembang, kami ketakutan,” jelas Gattuso.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *