Kondisi JPO Lenteng Agung yang memiliki anak tangga yang sempit dan tidak ramah disabilitas.
JAKARTA (LB)- Warga sekaligus pengguna jalan di Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan, meminta agar dibuatkan pelican crossing di depan Stasiun Lenteng Agung.
Permintaan itu muncul karena banyak pejalan kaki yang memilih menyeberangi jalan raya dibandingkan menggunakan jembatan penyeberangan orang (JPO), sehingga kerap menghambat arus lalu lintas.
“Solusinya menurut saya dibikinin lampu merah kayak yang di UP (Universitas Pancasila),” kata Sheila (27), warga sekitar, Minggu (9/11).
Menurut Sheila, keberadaan pelican crossing—zebra cross yang dilengkapi lampu merah dan bel penyeberangan—bisa membuat pengguna jalan lebih tertib dan berhati-hati. “Mungkin kalau pakai yang lampu tadi kan ada aturannya, ya. Jadi enak buat semua orang. Jadi yang pejalan kaki juga enggak ada salahin. Kendaraan juga bisa hati-hati,” ujar dia.
Selain dapat mengurangi potensi konflik antarpengguna jalan, pelican crossing juga dinilai lebih inklusif bagi penyandang disabilitas dan lansia yang kesulitan menggunakan JPO.
Sheila bercerita, ia pernah melihat pengguna kursi roda harus dibantu petugas stasiun untuk menyeberangi jalan karena JPO tidak bisa diakses oleh disabilitas. “Ada yang naik kursi roda. Kadang suka dianterin sama petugas kereta apinya kayak buat nyeberang. Dianterin sampai dia naik apa atau ada jemputan gitu. Atau orang yang tuna netra, biasanya ada juga,” ungkap Sheila.
Pengguna jalan lainnya, Nadia, juga menyampaikan harapan serupa. “Bagusnya mungkin dibikin lampu merah khusus gitu ya, ada zebra cross-nya,” kata Nadia.
Nadia, seorang ibu muda yang setiap hari menggendong anaknya saat bepergian, mengaku kesulitan jika harus menyeberang lewat JPO. “Lebih ke berat saja sih kalau harus lewat atas bawa-bawa anak. JPO tuh kan tinggi, tangganya banyak. Lansia juga pasti susah harus naik turun tangga,” ujarnya. *
