Ketua Umum Asosiasi Perdagangan Barang, Distributor, Keagenan, dan Industri Indonesia (Ardin) Jawa Barat, Tb. Raditya Indrajaya.
SOREANG (LB)- Ketua Umum Asosiasi Perdagangan Barang, Distributor, Keagenan, dan Industri Indonesia (Ardin) Jawa Barat, Tb. Raditya Indrajaya resmi dilantik untuk periode 2025–2030.
Pelantikan langsung oleh Ketua Umum Ardin Pusat, Bambang Soesatyo dan dihadiri oleh Bupati Bandung Dadang Supriatna, serta Anggota DPR RI Asep Romy, di Soreang, Minggu (9/11).
Usai pelantikan, Raditya berkomitmen untuk memperkuat peran pelaku usaha lokal dan memastikan kebijakan penggunaan produk dalam negeri berjalan efektif di daerah.
Raditya menerangkan, program utama Ardin Jabar adalah mendorong penerapan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2022, yang mewajibkan pemerintah daerah menggunakan minimal 40 persen produk lokal dalam pengadaan barang dan jasa.
“Kami melihat implementasi Inpres ini di daerah belum maksimal. Dari total sekitar Rp13 triliun belanja pemerintah di Jabar, hanya sekitar Rp300 miliar yang terserap lewat toko daring. Artinya UMKM lokal belum benar-benar terlibat,” kata Raditya.
Raditya menjelaskan, Ardin Jabar akan berperan sebagai aggregator bagi pelaku UMKM agar mereka dapat terhubung dengan sistem pengadaan pemerintah.
“Kami ingin uangnya berputar di daerah. Kalau proyek-proyek besar selalu dimenangkan pengusaha dari luar, ekonomi lokal sulit tumbuh. Ardin hadir untuk menjembatani itu,” ujarnya.
Raditya juga memperkenalkan arah kerja Ardin Jabar yang terangkum dalam akronim “ISTIMEWA” Innovation, Strengthening, Transformation, Integration, Modernization, Empowerment, Wellness, Awareness.
“Konsep ini menjadi kompas kerja kami untuk memperkuat UMKM, koperasi, dan pelaku usaha kecil agar bisa naik kelas dan bersinergi dengan pemerintah,” katanya.
Selain itu, Ardin Jabar juga akan mengembangkan kolaborasi dengan koperasi desa melalui program Koperasi Desa Merah Putih. Program ini diharapkan mampu memperluas jaringan distribusi dan meningkatkan perputaran ekonomi di tingkat lokal.
“Sekarang saatnya kolaborasi, bukan persaingan. UMKM itu penopang ekonomi kita. Kalau disiram air, dia tumbuh. Tapi kalau dibiarkan kering, dia mati,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum Ardin Pusat, Bambang Soesatyo menyampaikan apresiasi atas terpilihnya Tb. Raditya sebagai Ketua Umum Ardin Jabar.
Ia menilai kepemimpinan baru ini diharapkan mampu menjadikan Ardin sebagai penggerak efisiensi distribusi dan logistik di Jabar.
Bamsoet menekankan, pentingnya memperbaiki sistem logistik nasional yang dinilainya masih menjadi hambatan utama bagi daya saing produk dalam negeri.
“Kita punya industri yang kuat, tapi biaya logistik masih tinggi. Itu sebabnya kita kalah bersaing dengan negara lain. Ardin di daerah punya peran besar untuk membantu menekan biaya-biaya yang tidak perlu,” ujarnya.
Bamsoet juga mendukung langkah Ardin Jabar untuk memperkuat industri lokal dan mendorong pemerintah daerah agar memberi ruang lebih besar bagi produk-produk dalam negeri. “Langkah seperti ini akan memperkuat ekonomi daerah sekaligus membuka lapangan kerja baru,” katanya. *
