Aksi Estevao (kiri) saat melawan Qarabag.
BAKU – Chelsea hanya mendapat satu poin usai bermain imbang 2-2 melawan tuan rumah Qarabag dalam lanjutan Liga Champions, di Tofiq Bakhramov Stadium, Baku, Kamis (6/11) dini hari WIB.
Chelsea langsung kehilangan Romeo Lavia di menit ke-8 akibat cedera. Chelsea sempat mendominasi di awal. Beberapa ancaman ditebar tim tamu, yang kemudian bisa unggul duluan.
Estevao membawa Chelsea memimpin 1-0 pada menit ke-16. Winger Brasil itu meneruskan sodoran Andrey Santos menjadi gol lewat sepakan kaki kirinya.
Tuan rumah langsung bisa menyamakan skor pada menit ke-29. Leandro Andrade merobek gawang Robert Sanchez lewat sontekan, memanfaatkan bola muntah rekannya yang kena tiang.
Qarabag berbalik unggul di menit ke-39. Penalti diberikan ke tuan rumah usai Jorrel Hato handball, dan Marko Jankovic menceploskan bola dari titik putih menjadi gol.
Di awal babak kedua, Chelsea memasukkan Alejandro Garnacho dan Liam Delap sebagai tenaga baru di lini depan. Hasilnya gol penyama kedudukan bisa didapat. Pada menit ke-52, Garnacho bisa merobek gawang Qarabag lewat skema serangan balik cepat.
Estevao terus melanjutkan ketajamannya musim ini. Itu menjadi gol keempat Estevao dua dari Liga Champions. Opta mencatat, Estevao menjadi satu-satunya pemain Brasil di usia 18 tahun atau di bawahnya, yang mampu bikin gol di dua pertandingan Liga Champions secara beruntun. Ia pun terpilih jadi Man of the Match oleh UEFA di laga itu, menjadi capaian pertamanya di Chelsea.
Sementara manajer The Blues Enzo Maresca menyayangkan dua gol konyol yang bikin timnya sempat tertinggal. “Bagi saya perbedaan besarnya adalah di kotak-kotak penalti. Lagi-lagi kami kebobolan gol-gol konyol yang bisa kami hindari dan kami mungkin bisa menyelesaikan lebih baik sebagian besar aksi yang kami ciptakan. Satu poin dan sekarang kami perlu memulihkan diri untuk laga hari Sabtu. Ketika kami kemasukan gol pertama, mereka sedang main dengan 10 pemain,” ujarnya kepada TNT Sports dikutip BBC. ***
