Inter Tak Boleh Remehkan Kairat Almaty

Lautaro Martinez, Pemain Inter Milan.

MILAN –  Inter Milan  akan melawan Kairat Almaty pada matchday 4 league phase Liga Champions 2025/2026 di Stadio Giuseppe Meazza (San Siro), Kamis (6/11) pukul 03.00 WIB.

Inter bersiap melanjutkan langkah sempurna mereka di Liga Champions musim ini. Pertemuan ini menjadi sejarah baru, karena untuk pertama kalinya klub Italia akan berhadapan dengan klub asal Kazakhstan di level tertinggi Eropa.

Dalam sepuluh laga terakhir di semua kompetisi, Inter mencatat sembilan kemenangan. Performa tersebut menegaskan dominasi mereka baik di level domestik maupun Eropa. Sementara itu, Kairat datang ke Milan dengan status juara bertahan di liga Kazakhstan, tetapi baru mengoleksi satu poin dari tiga laga di fase liga Liga Champions musim ini.

Musim lalu, Inter memang harus menelan pahitnya kekalahan telak dari PSG di final Liga Champions, final kedua yang mereka lalui dalam tiga tahun terakhir. Akan tetapi, mereka tetap menjadi salah satu tim paling konsisten di Eropa. Dari tiga laga awal di fase liga, pasukan Cristian Chivu sudah menaklukkan Ajax, Slavia Praha, dan Union Saint-Gilloise tanpa kebobolan.

Selain Arsenal, Inter menjadi satu-satunya tim yang selalu mencatat tiga clean sheet di awal kompetisi. Ketangguhan lini belakang mereka semakin menonjol dengan catatan 11 nirbobol dari 12 laga terakhir di fase grup atau liga Liga Champions. Tak hanya solid di belakang, Nerazzurri juga tajam di depan, dalam 10 dari 11 pertandingan terakhir di Eropa, mereka selalu mencetak setidaknya dua gol.

Jelang laga itu, Chivu mengatakan timnya siap melakoni laga tersebut. “Bagi kami, setiap laga sama beratnya. Pemain tahu akan tugasnya masing-masing. Kami tidak boleh meremehkan mereka,” kata Chivu di situs klub.

Lautaro Martinez menjadi bintang utama di balik rentetan hasil positif tersebut. Sang kapten tampil luar biasa dengan torehan gol yang konsisten di Liga Champions. Kemenangan dramatis 2-1 atas Hellas Verona di Serie A akhir pekan lalu pun menjadi modal berharga untuk meneruskan momentum di Eropa.

Hanya performa  Lautaro Martinez disorot. Ia absen mencetak gol dalam tiga pertandingan terakhir Inter Milan. Meski demikian, Chivu tak mempermasalahkannya.

Lautaro terakhir kali mencetak gol saat Inter menang 4-0 di markas Union SG di Liga Champions pada 21 Oktober lalu. Penyerang asal Argentina itu sejauh ini sudah mengemas enam gol dalam 12 kali penampilan di semua kompetisi.

Usai melawan Union SG, Lautaro tidak bikin gol di tiga pertandingan beruntun melawan Napoli, Fiorentina, dan Hellas Verona. Dalam tiga laga itu, Lautaro selalu tampil sebagai starter.

Chivu menilai tidak ada masalah dalam performa Lautaro. Puasa golnya selama kurang lebih satu minggu ini menurutnya tidak perlu dibesar-besarkan.

“Dia tidak mencetak gol selama seminggu, tapi dia bikin gol kok di Brussels. Kami tidak membesar-besarkannya, dengan komitmen dan kepemimpinannya, dia panutan sejati untuk semuanya. Tidak mudah bertanding setiap tiga hari, tapi kami tidak ingin membesar-besarkannya. Dia mencetak gol di Belgia dan punya peluang di beberapa laga terakhir. Kalau dia tidak mencetak gol, itu bukan drama besar, khususnya dengannya, karena dia bekerja sangat keras dan selalu siap main,” ujar Chivu seperti dilansir Football Italia.

Di sisi lain, Kairat akan datang ke San Siro dengan misi berat. Setelah menyingkirkan Celtic lewat adu penalti di babak kualifikasi, mereka langsung menghadapi kerasnya realitas Liga Champions. Kekalahan 1-4 dari Sporting Lisbon dan 0-5 dari Real Madrid menjadi tamparan keras sebelum mereka meraih satu poin saat imbang tanpa gol kontra Pafos.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *