Max Dowman, Pemain Arsenal.
LONDON – Arsenal akan kembali melanjutkan perjalanan impresifnya di Premier League melawan tuan rumah Burnley di Turf Moor, Sabtu (1/11) malam WIB.
Pasukan Mikel Arteta datang dengan modal delapan kemenangan beruntun di semua ajang, sementara tim tuan rumah juga sedang dalam kepercayaan diri tinggi usai meraih dua kemenangan beruntun.
Rekor Arsenal di markas Burnley juga memihak mereka. Sejak era Premier League dimulai, The Gunners belum pernah kalah di Turf Moor. Terakhir kali Arsenal tumbang di markas Burnley dalam laga liga terjadi pada tahun 1973, lebih dari setengah abad lalu.
Dengan performa yang sedang menanjak dan rekor tandang yang meyakinkan, peluang untuk memperpanjang tren positif terbuka lebar.
Arteta sendiri tampak memiliki tim yang stabil di segala lini. Baik pemain muda maupun skuad utama mampu menjaga konsistensi permainan. Seperti terlihat tengah pekan lalu ketika Arsenal menurunkan tim muda dan tetap menang 2-0 atas Brighton di ajang Carabao Cup berkat gol Ethan Nwaneri dan Bukayo Saka.
Bulan Oktober 2025 menjadi periode emas bagi Arsenal. Dalam enam pertandingan di semua ajang selama bulan itu, mereka tidak kebobolan satu gol pun, sebuah rekor baru dalam sejarah sepak bola Inggris. Kemenangan 1-0 atas Crystal Palace pekan lalu, di saat para pesaing seperti Liverpool, Manchester City, dan Chelsea kehilangan poin, tentu terasa manis.
Dengan hasil tersebut, Arsenal kini memimpin klasemen Premier League dengan keunggulan empat poin atas Bournemouth. Mereka juga berpeluang mencatatkan empat kemenangan beruntun di liga tanpa kebobolan, sesuatu yang terakhir kali terjadi pada 2014 ketika Arteta masih menjadi pemain.
Walau demikian Arteta meminta timnya untuk tetap waspada. “Persaingan sekarang sulit ditebak. Burnley tentu saja termotivasi untuk mengalahkan kami. Maka, saya sudah mengingatkan pemain untuk selalu waspada dan fokus,” kata Arteta di situs klub.
Salah satu pemain yang patut disorot adalah Max Dowman. Ia jadi starter saat Arsenal mengalahkan Brighton & Hove Albion 2-0 pada babak keempat Carabao Cup, , Kamis (30/10) dini hari WIB lalu. Catatan spesial dibuat pesepakbola yang belum genap berusia 16 tahun itu.
Dowman dimainkan sebagai winger kanan dalam formasi 4-2-3-1. Dowman memang tidak mencetak gol maupun assist dalam kemenangan 2-0 timnya. Bahkan Dowman ditarik keluar pada menit ke-71.
Tapi, performa Dowman memukau publik Emirates Stadium karena mampu jadi pemain paling banyak melakukan dribel sukses (5x), lalu paling banyak dilanggar (4x), dan memenangi duel (9x).
Lantas apakah dia nanti akan diturunkan Arteta? Patut ditunggu.
Di sisi lain pelatih Burnley Scott Parker yakin Stadion Turf Moor akan menyulitkan Arsenal. “Turf Moor selalu menjadi benteng bagi kami. Kami membuat stadion itu menjadi tempat yang sulit bagi semua tim yang datang. Para suporter tentu saja menjadi bagian penting dari itu,” ujar Parker, dikutip dari laman Burnley.
Parker memastikan tim papan atas tersebut tidak akan keluar dari stadion mereka dengan perasaan nyaman. “Suporter harus membawa energi terbaiknya ke stadion. Itu akan berpadu dengan semangat tinggi para pemain yang nantinya memperlihatkan versi terbaik dari mereka. Kami menghadapi Arsenal tanpa rasa takut dan berusaha untuk mendapatkan hasil terbaik. Lawan harus merasa tidak nyaman bermain di sini,” kata Parker. ***
