Warga kembali protes karena uji coba RDF Rorotan di Jakarta Utara kembali menimbulkan bau.
JAKARTA (LB)- Sejumlah warga memprotes uji coba pabrik pengolahan sampah Refuse Derived Fuel (RDF) di Rorotan, Jakarta Utara, karena kembali menimbulkan bau yang menyengat.
Ketua RT 18, RW 14, Klaster Shinano di Perumahan Jakarta Garden City (JGC) Jakarta Timur, Wahyu Andre, mengatakan bahwa bau sampah dari uji coba RDF Rorotan kembali tercium warga dalam beberapa hari terakhir.
“Sudah dua hari ini tercium bau menyengat, biasanya kecium bau samar-samar aja,” ujar Wahyu, Jumat (31/10).
Wahyu bilang, aroma bau sampah dari RDF Rorotan biasanya tercium pagi menjelang siang hari.
Warga lain, Nadeline, juga mengeluhkan bau RDF Rorotan yang begitu menyengat.
“Bau sampah RDF Rorotan sampai ke sini, jaraknya enggak sampai satu kilometer, cuma beberapa ratus meter, ini bau banget,” jelas Nadeline. Baca juga: Bahaya Mengintai, 11
Ia pun menagih janji Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang sebelumnya menyatakan bahwa pengoperasian RDF Rorotan tidak akan lagi menimbulkan bau.
Warga lain bernama Leo yang rumahnya cukup jauh dari RDF Rorotan pun mengeluhkan bau sampah. “Saya rumah di Klaster Shinano paling ujung, harusnya kalau jarak dari RDF paling jauh klaster ini. Ternyata kemarin dari jam 10.05 WIB kurang lebih sampai jam 14.00 WIB tetap mencium bau sampah RDF,” ucap dia.
Tak hanya di perumahan JGC, bau tak sedap juga tercium di wilayah Kota Harapan Indah, Bekasi, Jawa Barat.
“Betul menimbulkan bau kembali (RDF Rorotan),” ucap Kepala Dusun IV Kota Harapan Indah, Bekasi, Jawa Barat, Tomy.
Tomy mengatakan, bau sampah RDF Rorotan kembali tercium di wilayah Harapan Indah sejak satu minggu yang lalu.
Menanggapi keluhan tersebut, Project Manager Pembangunan RDF Plant Jakarta KSO Wika–Jaya Konstruksi, Angga Bagus, mengatakan bahwa uji coba RDF Rorotan memang tengah berlangsung.
Ia memastikan empat deodorizer untuk penghilang bau, serta Flue Gas Treatment Rotary Dryer berfungsi dengan baik. Angga menilai, bau sampah RDF Rorotan bisa sampai ke perumahan warga karena kondisi tertentu.
“Pada kondisi tertentu, seperti pergantian shift pekerja atau pengisian BBM alat berat, pintu hanggar utama pengolahan sampah dalam kondisi dibuka.
Hal tersebut diindikasikan mempengaruhi sirkulasi atau tata udara di dalam hanggar dan area sekitarnya,” ujar dia.
Diberitakan sebelumnya, warga Perumahan Jakarta Garden City (JGC) di Cakung, Jakarta Timur, secara terang terangan menolak rencana pengoperasian Refuse Derived Fuel (RDF) Rorotan di Jakarta Utara yang terjadwal 24 September 2025.
Salah satu penyebab warga menolak karena uji coba pertama RDF Rorotan dinilai gagal dan menimbulkan pencemaran udara. “Warga menolak dengan beroperasinya RDF karena, penceramaran udara dan efek bau tidak sedap sampai di wilayah warga JGC RW.14 Cakung Timur ketika uji coba tahap awal dilakukan,” ucap Ketua RW 14 Perumahan JGC, Didik Ari Prasetyo.
Selain itu, penyebab lain warga menolak karena pengelola RDF Rorotan disebut belum mampu menunjukkan Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL).
“Kami menolak dengan RDF beroperasi di wilayah kita, karena dari hasil pertemuan terakhir dengan pengelola, izin AMDAL yang kami minta belum bisa ditunjukan,” ucap Didik. Namun, untuk melengkapi penyempurnaan AMDAL, RDF Rorotan harus diuji coba kembali dan pengelola menjamin bahwa prosesnya tak akan menimbulkan bau. Akhirnya, warga pun setuju agar uji coba kedua RDF Rorotan kembali dilaksanakan minggu ini. Namun, sayangnya uji cobanya kali ini justru kembali diprotes warga karena menimbulkan bau. *
