Ismaila Sarr saat menundukkan kiper Liverpool.
LIVERPOOL – Crystal Palace sukses mempermalukan Liverpool pada babak keempat Carabao Cup (Piala Liga Inggris). Berlaga di Anfield, Kamis (30/10) dinihari WIB, Crystal Palace menang 3-0. Liverpool pun tersingkir.
Palace melakukan sedikit perubahan di susunannya, di antaranya merotasi Jean Philippe Mateta untuk Eddie Nketiah. Mereka mengandalkan Ismaila Sarr dan Yeremy Pino.
Si Merah melakukan rotasi besar-besaran dan memainkan banyak pemain pelapis sebagai starter. Akibatnya mereka takluk oleh brace Sarr dan gol Pino.
Manajer Crystal Palace, Oliver Glasner mengaku senang dengan hasil ini. “Kemenangan yang bagus. Kami hanya butuh 15 menit untuk kembali ke permainan, kami bermain bagus, mencetak gol-gol indah dan mengendalikan pertandingan. Saya tidak tahu seberapa sering hal ini terjadi ketika Anda melawan juara bertahan tiga kali dalam tiga bulan, dan Anda menang tiga kali. Jadi, pujian untuk para pemain,” ujar Glasner kepada BBC Radio 5 Live.
Terkait keputusan Arne Slot yang memainkan tim muda yang dipadukan dengan beberapa pemain senior, Glasner mengatakan bahwa para pemain Liverpool tetap berbahaya.
“(Sebelum laga) Kami tidak tahu siapa yang akan mereka mainkan. Andy Robertson, Wataru Endo, Milos Kerkez dan Alexis Mac Allister. Mac Allister adalah juara dunia dan, beberapa pemain muda. Rio Ngumoha telah menunjukkan bahwa ia mampu mencetak gol. Kami bermain perlahan memasuki pertandingan, dan kami mencetak gol-gol indah. Performanya lumayan, tetapi itu bukan performa yang hebat,” urai Glasner.
Ismaila Sarr sempat masuk radar incaran Liverpool semasa bermain di Watford. Kini ia jadi momok The Reds dengan gol-golnya.
Dua golnya menambah performa bagus Sarr apabila menghadapi Liverpool. Pemain berusia 28 tahun ini sudah bikin 5 gol dalam 4 pertemuan terakhir melawan The Reds. Total ia sudah mencetak 7 gol dari 9 pertandingan menghadapi Liverpool. Dia melakukannya dengan seragam Watford (2 gol) dan Crystal Palace (5 gol).
Sarr pertama kali mencuat saat memborong brace untuk Watford dalam kemenangan 3-0 atas Liverpool pada Februari 2020. Hasil itu menjadi kekalahan pertama The Reds dalam 44 laga beruntun di tangan Juergen Klopp.
Liverpool sempat memasukkan nama Sarr dalam daftar incaran pemain pada musim panas 2020. Watford kala itu mematok harga 35-40 juta Pound untuk jasa sang pemain.
Sementara di kubu Liverpool, Arne Slot hanya mengeluh dengan menyinggung soal skuadnya yang tidak besar alias tidak ada kedalaman skuad yang mumpuni ditambah jadwal yang padat.
“Kenyataannya kami tidak punya banyak pilihan. Itulah mengapa kami sedang kalah terus. Jelas dalam beberapa pekan terakhir, kami harus bermain setiap dua hari. Kami membutuhkan sebanyak mungkin pemain yang tersedia. Anda bisa lihat di laga ini dari susunan pemain yang harus saya buat. Saya hanya mengistirahatkan pemain yang sebagian besar bermain di pekan lalu,” ujarnya kepada BBC.
Liverpool sudah lama tak pernah bersih dari kebobolan. Kali terakhir Si Merah bersih dari kebobolan pada 14 September 2025.
Dengan kekalahan ini, Liverpool sudah tak pernah mencatatkan clean sheet. Mereka selalu kebobolan dalam 10 pertandingan terakhir.
Liverpool mencatatkan empat kemenangan dan kalah enam kali. Liverpool bisa mencetak 17 gol dalam laga-laga itu, tapi selalu kebobolan. Ada sebanyak 18 gol yang bersarang ke gawang Liverpool. Kemenangan terakhir Liverpool yang disertai dengan catatan clean sheet saat melawan Burnley di Liga Inggris. The Reds menang 1-0 atas Burnley dalam laga yang berlangsung di Turf Moor pada tengah bulan lalu.***
