WASHINGTON(LB)-Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengungkapkan harapannya agar Tiongkok dapat membantu menekan Rusia untuk mengakhiri perang di Ukraina.
Pernyataan ini disampaikannya di atas pesawat kepresidenan Air Force One saat ia terbang menuju Asia untuk melakukan tur diplomatik singkat, termasuk pertemuan dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Korea Selatan.
“Saya ingin Tiongkok membantu kami menghadapi Rusia,” ujar Trump kepada awak media.
“Saya memiliki hubungan yang sangat baik dengan Presiden Xi, dan saya tahu dia juga ingin perang ini segera berakhir,” tambahnya.
Meski demikian, banyak pihak menilai keinginan Trump ini terlalu optimistis. Tiongkok selama ini menjadi sekutu utama Rusia dan merupakan penopang ekonomi penting bagi Moskow sejak diberlakukannya sanksi Barat akibat invasi ke Ukraina.
Pernyataan Trump muncul di tengah situasi sulit bagi Ukraina. Pekan ini, Amerika Serikat menolak memberikan rudal jelajah Tomahawk kepada Kyiv, sementara Uni Eropa belum juga melepaskan dana Rusia yang dibekukan untuk membantu pertahanan Ukraina.
Trump yang selama beberapa bulan terakhir berjanji akan mengakhiri perang dengan cepat, mengaku frustrasi karena negosiasi dengan Presiden Rusia Vladimir Putin belum menunjukkan hasil konkret.
“Setiap kali saya berbicara dengan Vladimir, pembicaraannya baik, tapi tidak pernah berlanjut,” ungkap Trump.
Sebagai bentuk tekanan baru, Trump pada Rabu lalu mengumumkan sanksi terhadap dua perusahaan minyak terbesar Rusia. Namun, Kremlin merespons dengan tenang dan menyebut dirinya “kebal” terhadap sanksi tersebut.
Sementara itu, Trump dijadwalkan menghadiri KTT ke-47 ASEAN di Kuala Lumpur yang dimulai Minggu ini, di mana ia kemungkinan menyaksikan penandatanganan kesepakatan gencatan senjata antara Thailand dan Kamboja. Perjanjian ini akan meresmikan berakhirnya pertempuran terburuk dalam beberapa tahun terakhir antara kedua negara.
Setelah Malaysia, Trump akan melanjutkan perjalanan ke Jepang untuk bertemu Perdana Menteri baru Sanae Takaichi, yang diperkirakan akan menegaskan rencana peningkatan belanja militer serta investasi sebesar USD 550 miliar di AS sesuai arahan Trump.
Selanjutnya di Busan, Korea Selatan, Trump dijadwalkan bertemu Xi Jinping menjelang KTT perdagangan internasional. Ia akan kembali ke Washington sebelum Forum Pemimpin APEC dimulai, menurut jadwal resmi Gedung Putih.
Trump telah mengancam menaikkan tarif impor Tiongkok hingga total 155 persen mulai 1 November jika kesepakatan gagal dicapai, suatu langkah yang hampir pasti memicu respons keras dari Beijing dan mengakhiri gencatan perang dagang sementara.
Selain isu perdagangan, Trump dan Xi juga diperkirakan membahas Taiwan serta posisi Tiongkok terhadap Rusia, sekutu dekat yang kini menjadi sasaran sanksi baru AS akibat perang Ukraina.
Trump juga tengah menegosiasikan kesepakatan dagang dengan Malaysia dan India, serta memperkuat perjanjian yang sudah tercapai dengan Korea Selatan, meski hubungan kedua negara sempat renggang akibat kebijakan investasi besar Trump senilai USD 350 miliar dan deportasi pekerja asing asal Korea Selatan.tom
