Lorenzo Pellegrini, Pemain AS Roma.
ROMA – AS Roma berhadapan dengan Inter Milan dalam lanjutan Liga Italia 2025 di Stadion Olimpico, Roma, Minggu (19/10) pukul 02.30 WIB. Laga ini mengarah pada perburuan posisi puncak klasemen.
Liga Italia saat ini cukup sengit dengan kehadiran beberapa tim di papan atas yang memiliki jarak poin rapat. Napoli memang sedang memimpin klasemen dengan 15 poin. Tapi di bawahnya ada Roma 15 poin, AC Milan 13 poin, Inter 12 poin, dan Juventus 12 poin.
Oleh karena itu kemenangan akan menjadi bidikan Roma maupun Inter di laga ini. Tiga poin menjadi sangat penting karena di pertandingan lainnya Napoli berpeluang menang saat bertandang ke Torino, Minggu (19/10) pukul 23.00 WIB.
Laga diprediksi tidak mudah bagi tuan rumah. Pasalnya tim berjuluk Il Giallorossi itu sedang dalam tren yang sangat jelek ketika menjamu Inter, yaitu tanpa kemenangan di delapan laga kandang terakhir.
Dalam periode tersebut Roma bahkan lebih sering kalah daripada imbang. Hasil terbaik yang bisa diraih Roma adalah meraih tiga hasil imbang. Artinya, ada lima kekalahan yang diderita Roma dalam delapan laga kandang terakhir menjamu Inter.
Bahkan, Roma saat ini dalam rentetan empat kekalahan beruntun atas Inter di Stadion Olimpico. Semua bermula saat Roma kalah 0-3 di musim 2021-22, lalu secara beruntun kalah 0-2, 2-4, dan 0-1 hingga musim lalu.
Satu kekalahan lainnya diderita Roma pada musim 2017-18 dengan skor 1-3. Sedangkan tiga hasil imbang terjadi pada musim 2018-19, 2019-20, dan 2020-21, masing-masing dengan skor 2-2.
Terakhir kali Roma bisa menang dari Inter di Olimpico terjadi pada musim 2016-17. Saat itu Roma yang dilatih Luciano Spalletti menang 2-1 melalui gol Edin Džeko dan gol bunuh diri Mauro Icardi.
Roma masih mengandalkan sosok Mile Svilar, Gianluca Mancini, Manu Koné maupun Matías Soulé. Gasperini akan dipusingkan untuk memilih salah satu dari Lorenzo Pellegrini atau Paulo Dybala untuk menemani Soulé bermain di belakang striker. Sedangkan di lini depan, Evan Ferguson dan Artem Dovbyk juga akan berebut satu tempat.
Jadi secara utuh Gian Piero Gasperini diprediksi menurunkan Mile Svilar (kiper); Zeki Çelik, Gianluca Mancini, Evan Ndicka; Wesley, Angeliño, Bryan Cristante, Manu Koné; Lorenzo Pellegrini, Matías Soulé dan Evan Ferguson. dengan formasi 3-4-2-1.
Inter sendiri masih tanpa Marcus Thuram yang mengalami cedera. Posisi Thuram kemungkinan akan diisi oleh Ange-Yoan Bonny seperti di laga melawan Cremonese. Dalam laga tersebut Bonny bermain apik dengan koleksi satu gol dan tiga assists untuk membantu Inter menang 4-1.
Sangat mungkin Cristian Chivu menurunkan Yann Sommer (kiper); Manuel Akanji, Stefan de Vrij, Alessandro Bastoni; Denzel Dumfries, Federico Dimarco, Hakan Çalhanoğlu, Henrikh Mkhitaryan, Nicolò Barella; Ange-Yoan Bonny dan Lautaro Martínezm, dengan formasi 3-5-2.
Inter dominan dalam head to head melawan Roma di Serie A. Dalam 184 pertemuan di antara keduanya, Inter mampu meraih 79 kemenangan, Roma meraih 51 kemenangan, dan ada 54 hasil imbang.
Dalam periode tersebut juga tercipta 532 gol, terbanyak dalam sejarah pertemuan sebuah tim di liga. Inter mencetak 299 gol dan Roma dengan 233 gol. Itu artinya satu gol saja di pertandingan nanti akan menggenapkan jumlah gol Inter ke gawang Roma menjadi 300 gol.***
