Prosesi gunting pita peresmian ABA Sutopo.
JAKARTA (LB)—Keluarga besar Yayasan Pendidikan Cinta Mulia Chongmian mencetak sejarah baru dalam dunia pendidikan di Indonesia.
Pada Minggu (12/10/2025), Yayasan Pendidikan Cinta Mulia Chongmian meresmikan lembaga pendidikan Akademi Bahasa Asing Sutopo (ABA Sutopo) yang berada di Kompleks Gedung Sekolah Cinta Mulia Chongmian, di Jalan Satu Maret/Komp. Perum Citra 5, Blok H/1, Pegadungan Kalideres, Jakarta Barat.

Prosesi peresmian yang dilangsungkan di Lantai 4 Gedung Sekolah Cinta Mulia Chongmian tersebut dihadiri oleh Duta Besar Indonesia untuk Tiongkok merangkap Mongolia Djauhari Oratmangun, Ketua Tim Kerja TU-BMN LLDikti Wilayah III Agung Permana, Tenaga Ahli Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Assoc. Prof. Suparto, Konselor Pendidikan Kedubes Tiongkok di Indonesia Chen Wu, Konselor Kebudayaan Kedubes Tiongkok di Indonesia Wang Siping, dan Wakil Panglima Kopassus Mayjen TNI Ferdial Lubis, Kepala Sekolah Universitas Tianjin Chai Li Yuan, Kepala Cabang BOC di Jakarta Su Shang Bin, dan Rektor Departemen Bahasa Mandarin Universitas Hua Qiao Xia Men Prof. Hu Jian Gang.

Kemudian para pimpinan Yayasan Pendidikan Cinta Mulia Chongmian yaitu Yasonna Laoly (Ketua Dewan Penasehat), Sukardi Tandijono (Ketua Pembina), Fajar Suhendra (Ketua), dan Rektor ABA Sutopo Yudi Sutanto serta para pengusaha dan tokoh pendidikan antara lain Liliawati Rahardjo.
Rektor ABA Sutopo Yudi Sutanto dalam sambutannya mengatakan pendidikan bahasa Mandarin dapat dikategorikan sebagai berorientasi karier atau berorientasi disiplin ilmu.
Menurutnya pendidikan berorientasi karier merupakan yang terpenting. Di era berorientasi aplikasi saat ini, pendidikan vokasi telah menjadi komponen krusial dari pendidikan global. Pendidikan vokasi memainkan peran vital dalam mempromosikan lapangan kerja dan kewirausahaan, mendorong pembangunan ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan sosial.

Guna mendukung program-program tersebut, ABA Sutopo telah bekerjasama dengan banyak perusahaan regional maupun internasional guna menyediakan peluang kerja serta magang bagi mahasiswa dan lulusan ABA Sutopo.
Tak hanya itu, kata Yudi Sutanto, pihaknya juga menyiapkan program kolaborasi internasional, termasuk program gelar ganda 3+1 dengan universitas-universitas terkemuka di Tiongkok. Antara lain, Tianjin University, South China Normal University, Huaqiao University.

“Setelah lulus, mahasiswa dapat memperoleh Diploma 3 Bahasa Mandarin dari ABA Sutopo dan gelar sarjana dari universitas di Tiongkok. Setelah lulus sarjana, mahasiswa juga dapat melanjutkan program beasiswa Magister Pendidikan Bahasa Mandarin Internasional di Tianjin University,” jelasnya.
“Selain itu, kami juga aktif mempromosikan kerja sama dengan universitas-universitas dalam negeri untuk membangun platform yang luas bagi mahasiswa untuk memasuki dunia kerja,” tambah Yudi Sutanto.
Lebih lanjut Yudi Sutanto mengatakan, pihaknya berkomitmen menjadikan ABA Sutopo sebagai model dalam memenuhi Tri Dharma Pendidikan Tinggi.

“Tujuan utama kami juga adalah memperdalam penelitian akademis, menghasilkan penelitian mutakhir yang mendorong pembangunan nasional Indonesia, dan memberikan dukungan akademis yang solid bagi kemakmuran dan kemajuan Indonesia,” ujarnya.
Ketua Yayasan Pendidikan Cinta Mulia Chongmian Fajar Suhendra menyatakan bahwa ABA Sutopo merupakan lembaga pendidikan tinggi bahasa Mandarin yang bersifat nirlaba.
Saat Ini ABA Sutopo membuka program D3 Bahasa Mandarin dan bekerja sama dengan beberapa universitas di Tiongkok dalam Program 3+1, dan ke depan akan melanjutkan program S1 secara mandiri.

Menurutnya berdirinya ABA Sutopo tidak hanya membantu mengatasi kekurangan guru bahasa Mandarin, tetapi juga melahirkan tenaga profesional di bidang pariwisata dan perdagangan, menambah lapangan pekerjaan, serta memperkuat hubungan ekonomi antara kedua negara.
Fajar Suhendra lebih lanjut mengatakan, ABA Sutopo mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, seperti Kementerian Pendidikan Indonesia dan lembaga pendidikan pemerintah Tiongkok yang telah mengirim guru-guru Mandarin berkualitas dan menyediakan materi ajar.
Kemudian Asosiasi Perusahaan Tiongkok di Indonesia dan Dexin Steel Group turut memberikan dukungan melalui beasiswa bagi mahasiswa berprestasi dan yang kurang mampu, serta kesempatan untuk melanjutkan studi ke Tiongkok.

Pada kesempatan tersebut Fajar Suhendra juga menyampaikan bahwa pihaknya mengundang para anggota Kopassus, pasukan khusus TNI AD untuk menjadi peserta didik di ABA Sutopo.
ABA Sutopo akan menyediakan 10 beasiswa penuh setiap tahun selama lima tahun berturut-turut bagi para anggota Kopassus. “Kami berharap mereka dapat menguasai bahasa Mandarin dengan baik dan menjadi jembatan kerja sama antara Kementerian Pertahanan Indonesia dan Tiongkok,” ujar Fajar Suhendra.
Sambutan dan Apresiasi
Pendirian ABA Sutopo ini mendapatkan sambutan dan apresiasi dari berbagai pihak. Seperti yang disampaikan Konselor Pendidikan Kedubes Tiongkok di Indonesia Chen Wu, berdirinya ABA Sutopo pada masa hubungan kedua negara yang sangat baik ini sungguh tepat pada waktunya.
Akademi Sutopo berfokus pada pengembangan sumber daya manusia berbahasa Mandarin, terutama dalam mengatasi kekurangan tenaga pengajar Mandarin di Indonesia.
Dia pun berharap para guru dan mahasiswa di ABA Sutopo dapat memanfaatkan peluang zaman, mengasah kemampuan diri, meningkatkan penguasaan bahasa Mandarin, mempererat pertukaran budaya, dan berkontribusi bagi pembangunan kedua negara.

“Kedutaan Besar Tiongkok di Indonesia siap untuk terus membuka lebih banyak kesempatan bagi mahasiswa Indonesia untuk belajar bahasa Mandarin, mengenal budaya Tiongkok, dan melanjutkan studi di Tiongkok,” ujar Chen Wu.
Ketua Tim Kerja TU-BMN LLDikti Wilayah III Agung Permana berpandangan bahwa kehadiran ABA Sutopo merupakan langkah penting dalam memperkuat kapasitas pendidikan tinggi di Indonesia terutama dalam bidang bahasa dan kebudayaan asing.
Dia katakan, di era global yang penuh dinamika ini kemampuan berbahasa asing bukan hanya keterampilan tetapi juga jembatan untuk membangun pemahaman kerja sama dan kepercayaan antar bangsa.

Agung Permana mengatakan dengan komitmen yang kuat lembaga pendidikan yang diinisiasi oleh Yayasan Pendidikan Cinta Mulia ini akan mampu melahirkan lulusan yang profesional dan berwawasan global.
Ketua Dewan Penasehat Yayasan Pendidikan Cinta Mulia Chongmian Yasonna Laoly ABA Sutopo yang dihadirkan ini menjadi sebuah kebanggaan.
ABA Sutopo yang menekankan kepada pendidikan bahasa Mandarin, menurutnya sangat penting, mengingat saat sedang adanya perubahan di dunia. Dimana Tiongkok telah memiliki peran penting dalam dunia internasional, sehingga penguasaan bahasa asing tak hanya bahasa Inggris, namun juga diperlukannya untuk menguasai bahasa Mandarin.
Yasonna Laoly mengingkatkan dengan cepatnya kemajuan yang dimiliki Tiongkok, maka menurutnya Indonesia harus bisa menyiapkan anak-anak bangsa agar bisa bersaing dan berkompetisi di dunia global.

Apresiasi lainnya datang dari Tenaga Ahli Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Assoc. Prof. Suparto. Kehadiran ABA Sutopo ini memberikan harapan baru akan hadirnya bahasa sebagai alat komunikasi sekaligus sebagai seni memahami kemanusiaan dan peradaban.
Sementara itu Duta Besar Indonesia untuk Tiongkok merangkap Mongolia Djauhari Oratmangun berharap dengan semakin banyaknya warga Indonesia yang menguasai bahasa Mandarin dan juga semakin banyaknya warga Tiongkok yang menguasai bahasa Indonesia, maka diyakini hubungan kedua negara di tahun-tahun mendatang tidak hanya mencapai 50 tahun, namun dimungkinkan mencapai ratusan tahun serta semakin kuat dan baik. **
