Klinik Pratama Parung segera beralih dari Klinik Utama Rawat Jalan (KURJ) menjadi Klinik Utama Rawat Inap (KURI).
CIBINONG (LB)- Klinik Pratama Parung segera beralih dari Klinik Utama Rawat Jalan (KURJ) menjadi Klinik Utama rawat inap (KURI).
Hal itu karena, klinik pratama Parung sudah memiliki 20 tempat tidur, dan bisa merawit pasien penyakit dalam, pasien anak dan kebidanan.
Namun karena belum adanya ruang operasi dan ruang bedah, pelayanan ibu yang melahirkan di klinik pratama Parung hanya untuk yang melahirkannya normal.
Sementara, untuk yang melahirkannya butuh operasi caesar, maka akan dirujuk ke rumah sakit lainnya yang memiliki ruang operasi dan ruang bedah.
“Tahun ini, dengan adanya 20 tempat tidur, maka klinik pratama parung menjadi KURI,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Fusia Meidiawaty kepada wartawan, Senin (13/10).
Fusia Meidiawaty menuturkan, Pemkab Bogor melalui Dinas Kesehatan menganggarkan Rp 2 miliar untuk pelayanan rawat inap tersebut.
“Awal perencanaan 14 tempat tidur, ternyata yang terealisasi 20 tempat tidur dan ini semua non kelas tutur Plt Direktur Utama RSUD KH Idham Chalid tersebut.
Tak hanya menambah fasilitas tempat tidur dan ruang rawat inap, Dinas Kesehatan, lanjutnya. Juga akan menambah jumlah personel tenaga kesehatan (Nakes) untuk Klinik Pratam Parung. “Ada rencana perekrutan dokter, perawat dan bidan yang akan ditempatkan di klinik pratama Parung. Jumlahnya mencapai puluhan tenaga kesehatan,” lanjut Uci sapaan akrabnya. *
