Timnas Indonesia Siap Lawan Arab Saudi

Maarten Paes, Kiper Timnas Indonesia

JEDDAH –  Timnas Indonesia akan melawan Arab Saudi pada Ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026, yang berlangsung di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, Kamis (9/10) mulai pukul 00.15 WIB.

Tim Garuda tercatat belum pernah kalah dari Arab Saudi dalam 2 pertemuan paling akhir. Namun di atas kertas Timnas Arab Saudi lebih diunggulkan.

Green Falcon punya peringkat yang lebih baik, ditambah bakal bermain di depan pendukung sendiri. Mereka juga sudah melakukan persiapan matang, dengan melakukan sejumlah laga uji cob kontra Rep Ceko, Meksiko, Macedonia Utara dan Amerika Serikat.

Dari total 17 kali pertemuan kedua kubu, Timnas Arab Saudi sanggup merebut 13 kemenangan, 3 imbang dan hanya 1 kemenangan untuk Timnas Indonesia.

Duel perdana Indonesia  kontra Arab Saudi terjadi pada 30 September 1981 di ajang Lion City Cup 1981. Ketika itu Green Falcon tampil dominan, hingga menyegel kemenangan 3-1.

Dalam sejumlah pertemuan kontra Indonesia, Timnas Arab Saudi kerap memetik kemenangan dengan skor besar. Termasuk saat Kualifikasi Piala Asia 2004 Grup C. Merah Putih kalah telak dalam duel 2 leg, yakni 5-0 dan 0-6.

Namun demikian dominasi The Green Falcon atas Tim Garuda kali ini mulai goyah. Terutama ketika Timnas Indonesia mulai menggalakkan program naturalisasi pemain luar negeri yang memiliki darah keturunan Indonesia.

Dalam 2 pertemuan terakhir di Ronde 3 Kualifikasi Piala Dunia 2026, Timnas Indonesia berhasil menang dan imbang. Pertemuan pertama, pada 5 September 2024, Tim Garuda berhasil menahan imbang Green Falcon dengan skor 1-1 di Stadion King Abdullah, Jeddah. Saat itu Timnas Indonesia tampil agresif, dan berhasil mencetak keunggulan lebih dulu lewat Ragnar Oratmangoen menit 19.

Timnas Arab Saudi kemudian menyamakan kedudukan pada akhir babak pertama melalui aksi Al-Juwahir. Di laga ini kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes, juga berhasil menggagalkan penalti yang dieksekusi pemain andalan Arab Saudi, Salem Al-Dawsari.

Laga home untuk Indonesia berlangsung pada 19 November 2024 di Gelora Bung Karno, Jakarta. Laga berakhir dengan skor 2-0 untuk kemenangan tuan rumah.

Hasil ini menjadi kemenangan perdana Timnas Indonesia atas Arab Saudi sepanjang sejarah. Sepasang gol Garuda dipersembahkan oleh Marselino Ferdinan, sementara posisi pelatih masih ditangani Shin Tae-yong.

Kini Timnas Indonesia dilatih Patrick Kluivert. Tim Garuda juga dinilai punya komposisi pemain yang lebih berimbang. Tambahan amunisi seperti Joey Pelupessy, Milliano Jonathans dan Mauro Zijlstra, diharapkan bisa meningkatkan performa Merah Putih.

“Saya sangat senang. Semangat yang mereka, para pemain tunjukkan begitu luar biasa. Semangat mereka berada di level yang sangat tinggi dan latihan yang kami jalani, pemain melakukannya dengan sangat baik. Jadi saya sangat senang dengan latihan pertama kami,”  kata Kluivert di Youtube Timnas Indonesia.

Kiper Garuda, Maarten Paes, meminta rekan setimnya untuk tak merasa terbebani. “Pertandingan yang sangat besar. Saya rasa ini adalah laga terbesar dalam sejarah negara ini. Namun saya melihat, salah satu pelatih di liga berkata bahwa terkadang Anda harus bermain untuk pertandingannya, bukan momennya. Saya pikir kami sebagai tim tak boleh membuat diri kami terlihat terbebani. Kami hanya perlu memainkan pertandingan. Bermain seperti cara kami bermain dan dengan begitu, kami akan punya peluang terbesar untuk menang,”  kata Paes di akun X FC Dallas.

Timnas Indonesia wajib mewaspadai Saleh Al-Shehri. Penyerang 31 tahun itu sumber gol Green Falcons. Selain Al-Shehri, masih ada Feras Albrikan dan Musab Al-Juwayr. Keduanya sudah mengemas tiga gol di Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Al-Juwayr merupakan pencetak gol Arab Saudi ke gawang Indonesia di babak ketiga. Dia mengemasnya dengan tendangan jarak jauh.

Selain itu, Indonesia juga berpotensi mendapat ancaman dari Salem Al-Dawsari. Gelandang berusia 34 tahun itu sudah melepaskan 34 tembakan, menjadi pemain dengan catatan tembakan paling banyak di Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Indonesia masih mempunyai pekerjaan rumah untuk mengasah ketajaman lini depan. Dalam peran sebagai goal getter yang diemban Oleh Ole Romeny masih belum bisa diambil oleh pemain lain.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *