Bahaya Merokok Setelah Makan, Dampaknya pada Pencernaan

JAKARTA(LB) – Kebiasaan merokok setelah makan masih banyak dilakukan masyarakat Indonesia. Bagi sebagian perokok , membakar sebatang rokok seusai makan dianggap sebagai ritual wajib. Padahal, kebiasaan ini justru meningkatkan risiko gangguan kesehatan yang serius.

Rokok mengandung ratusan zat beracun yang bisa menyerang berbagai organ tubuh. 

Mengutip Australian Government Department of Health and Aged Care, hanya dalam waktu 10 detik setelah dihisap, bahan kimia berbahaya dalam asap rokok sudah mencapai otak, jantung, dan organ vital lainnya. Artinya, hampir seluruh bagian tubuh dapat terdampak akibat merokok.

Risiko tersebut akan semakin besar bila rokok dikonsumsi tepat setelah makan. 

Hal ini diungkapkan oleh dokter Dion Haryadi, melalui akun Instagram @dionharyadi. Ia menjelaskan bahwa merokok setelah makan dapat mengganggu proses pencernaan.

“Saat sistem pencernaan lagi aktif-aktifnya, kalau kamu merokok, maka nikotin pada rokok dapat ikut terserap dan mengganggu proses pencernaan ini,” ujar dr. Dion, dikutip sabtu (4/10).

Menurutnya, nikotin yang masuk saat pencernaan sedang bekerja akan menghalangi penyerapan vitamin dan mineral dari makanan. Akibatnya, tubuh perokok lebih sulit menyerap gizi dibandingkan mereka yang tidak merokok.

“Ada penelitian yang mengungkap bahwa tubuh perokok lebih sulit menyerap zat gizi dari makanan ketimbang mereka yang bukan perokok. Jadi lebih baik untuk berhenti,” tambahnya.

Meski begitu, bagi yang masih berusaha mengurangi kebiasaan merokok, dr. Dion menyarankan untuk tidak langsung merokok setelah makan. Jika benar-benar sulit ditinggalkan, setidaknya beri jeda sekitar 20 menit setelah makan sebelum merokok.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *