Eddie Nketiah dirangkul rekannya usai mencetak gol ke gawang Liverpool.
LONDON – Crystal Palace menekuk Liverpool dengan skor 2-1 dalam laga pekan ke-6 Liga Inggris 2025/26 yang berlangsung sengit di Selhurst Park, Sabtu (27/9) malam WIB.
Tuan rumah membuka keunggulan cepat saat laga baru berjalan sembilan menit. Ismaila Sarr memanfaatkan kemelut hasil sepak pojok untuk menaklukkan Alisson Becker dan membawa Palace memimpin 1-0.
Pertandingan sempat terhenti pada menit ke-12 karena ada penonton yang membutuhkan perawatan medis, sebelum akhirnya dilanjutkan kembali.
Liverpool berusaha membalas, salah satunya melalui tembakan Ryan Gravenberch yang mengenai tiang gawang. Namun, justru Palace yang lebih banyak mengancam lewat Daniel Munoz dan Jean-Philippe Mateta. Bahkan, tembakan Mateta di penghujung babak pertama membentur tiang, membuat skor 1-0 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Liverpool tampil lebih agresif. Peluang Florian Wirtz dan Alexander Isak sempat mengancam gawang Dean Henderson, tetapi belum berbuah gol.
Upaya The Reds baru membuahkan hasil pada menit ke-86. Federico Chiesa, yang masuk sebagai pemain pengganti, menyambar bola liar di kotak penalti untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Namun, kemenangan Liverpool buyar di detik-detik terakhir. Eddie Nketiah muncul sebagai pahlawan Palace dengan golnya di masa injury time, memastikan The Eagles menutup laga dengan kemenangan 2-1.
Crystal Palace berhasil menghentikan kemenangan beruntun Liverpool di Liga Inggris 2025/2026, sekaligus memberi The Reds kekalahan perdana. Squawka mencatat, Crystal Palace untuk pertama kalinya tak terkalahkan dalam enam laga pembuka Premier League. Pasukan Oliver Glasner sejauh ini sudah mengumpulkan 3 kemenangan dan 3 imbang.
“Kami memainkan babak pertama yang hebat dan pantas untuk unggul. Kami layak meraih kemenangan. Untuk bisa lepas dari tekanan Liverpool, mereka menginginkan hasil imbang, tapi saya senang dengan reaksi tim kami,” kata Glasner dilansir dari BBC.
Kekalahan ini menjadi yang pertama bagi Liverpool di Liga Inggris musim 2025/26. Manajer Liverpool, Arne Slot, mengakui kekuatan Crystal Palace.
“Sekali lagi, kredit untuk Palace karena, salah satunya adalah Community Shield, tapi ini bukan pertama kalinya kami kalah dari mereka, meskipun yang pertama lewat adu penalti. Kami sudah empat kali saling berhadapan sejak saya di sini, kami sama-sama menang sekali, dua kali imbang, meskipun mereka menang lewat penalti. Itu menunjukkan betapa sulitnya bagi kami, tapi bukan hanya bagi kami, bagi setiap tim di liga, untuk mengalahkan mereka,” kata Slot dikutip dari laman resmi Liverpool.
Pada laga ini, Liverpool mendominasi penguasaan bola yakni sebesar 73 persen, berbanding 27 persen milik Palace. Namun untuk urusan melepaskan tembakan ke gawang, Palace lebih unggul dengan tujuh tembakan ke gawang, berbanding empat tembakan ke gawang milik Liverpool.
“Sangat sulit untuk menciptakan peluang. Kami menciptakan cukup banyak. Butuh waktu lama bagi kami untuk mencetak gol. Dan ketika kami melakukannya, (sisa) waktu terbatas untuk bermain,” tutur pria asal Belanda itu.***
