Selebrasi pemain Atalanta saat mengalahkan Juventus.
TURIN – Atalanta menghajar Juventus 4-0 dalam duel pekan ke-28 Liga Italia yang berlangsung di Allianz Stadium, Senin (10/3) dini hari WIB. Kekalahan tersebut membuat Bianconeri kembali terlempar dari persaingan scudetto.
Pesta gol Atalanta dimulai sejak menit ke-29. Handball Weston McKennie di kotak penalti memaksa wasit menunjuk titik putih. Mateo Retegui selaku eksekutor sukses membobol Michele Di Gregorio.
Atalanta menggandakan skor saat babak kedua belum genap semenit. Lewat sebuah serangan balik, tembakan Ademola Lookman dan Retegui berhasil dihalau barisan belakang Juventus, namun percobaan ketiga via Marten de Roon akhirnya sukses menjebol gawang Di Gregorio.
Davide Zappacosta menambah penderitaan tuan rumah pada menit ke-66. Ia menuntaskan kerja sama dengan Sead Kolasinac dengan tembakan mendatar dari sudut sempit di dalam kotak penalti.
Juventus semakin terbenam usai Lookman ikut mencetak gol pada menit ke-77. Berawal dari kesalahan Dusan Vlahovic di tengah lapangan, bola berhasil mendarat di kaki Lookman yang langsung melancarkan serangan balik. Ia kemudian melepaskan tembakan yang membobol sudut kiri gawang Juventus.
Hasil ini membuat Atalanta ada di urutan ketiga dengan 58 poin, hanya terpaut tiga poin dari Inter Milan selaku pemimpin klasemen. Sementara Juventus tetap di urutan keempat dengan 52 poin.
Bagi Atalanta, ini adalah kemenangan terbesar mereka atas Juventus. Sementara untuk sang lawan, ini adalah kekalahan terbesar di kandang setelah dibantai Torino dengan skor yang sama di tahun 60-an.
Kemenangan yang membangkitkan moril para pemain Atalanta tentunya. Melihat performa La Dea belakangan ini, bukan tak mungkin mereka bisa ikut memanaskan persaingan gelar juara Liga Italia. Apalagi Serie A jadi satu-satunya kans Atalanta meraih trofi musimm ini.
“Ini jelas menyenangkan. Orang-orang harus bermimpi, kami tidak boleh berhenti bermimpi. Kami bilang (scudetto) mustahil, tapi jika Anda yakin, ini bisa jadi nyata. Kami tahu Inter dan Napoli adalah dua tim luar biasa, kami kalah tujuh pertandingan beruntun lawan Inter, tapi itu mungkin juga sinyal. Atalanta tidak pernah dalam posisi unggul tiga poin dari Juventus di fase seperti ini, kami tidak pernah ada dalam persaingan menuju gelar juara seperti sekarang, so siapa tahu (kami bisa scudetto),” ujar pelatih Atalanta Gian Piero Gasperini di Football Italia.
Mateo Retegui mengukuhkan posisinya di tempat teratas daftar top skor Liga Italia, berkat golnya ke gawang Juventus. Ini adalah golnya yang ke-22 di Serie A musim ini. Ia pun mengukuhkan diri sebagai top skor Liga Italia untuk sementara.
Retegui saat ini mencatatkan keunggulan tujuh gol dari pesaing terdekatnya yakni Moise Kean dari Fiorentina, yang sejauh ini sudah mencetak 15 gol.
Lookman juga berhasil menambah koleksi gol setelah terlibat dalam pesta gol Atalanta ke gawang Juve. Lookman, yang paling akhir menjebol gawang Juve, kini mengoleksi 13 gol. Setara dengan Marcus Thuram (Inter Milan).
Sementara itu pelatih Juventus Thiago Motta menilai gol pembuka Atalanta dari penalti menghancurkan mental timnya. “Saya pikir kami memulai pertandingan yang kami tahu akan rumit, melawan tim yang ingin memanfaatkan kesalahan kami sebaik-baiknya. Setelah penalti, tanpa membahas detail tentang seberapa bisa diperdebatkannya, itu adalah momen yang menyakitkan. Kami adalah tim muda, kami mencoba untuk maju dan kembali ke permainan, tetapi itu meninggalkan celah di lini belakang,” ujar Thiago Motta dikutip dari DAZN.
Dengan mental yang hancur, Juventus harus bermain menyerang demi mengejar ketinggalan. Hal ini justru membuat tuan rumah meninggalkan banyak celah di lini belakang yang bisa dimanfaatkan Atalanta untuk mencetak gol tambahan.
“”Kami berjuang secara psikologis dengan gol pertama itu dan menjadi tidak seimbang, memberi Atalanta lebih banyak ruang untuk berlari dengan pemain seperti Lookman dan bek sayap mereka. Setelah kekalahan seperti ini, kami sedih, kami kecewa. Namun pada saat yang sama, pembicaraan tentang Scudetto yang Anda dikaitkan dengan kami tidak akan lagi dibicarakan,” jelasnya.
Cemoohan fans segera muncul usai Juventus tertinggal 0-1 di babak pertama. Situasi makin parah saat Juventus kebobolan gol kedua saat babak kedua belum berjalan satu menit. Situasi semakin panas di tribune, cacian kembali terdengar.
Kemarahan para fan Juventus sudah terlihat jelas saat tim meraih hasil buruk belakangan ini. Di dua laga sebelumnya melawan Empoli di Coppa Italia dan Hellas Verona di Serie A, yel-yel kritikan untuk tim juga sudah terdengar.***
