Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan
BANDUNG (LB)- Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menegaskan, pentingnya arah dan identitas yang jelas dalam pengembangan sektor pariwisata Kota Bandung. Meski sudah lama dikenal sebagai destinasi wisata favorit, Kota Kembang belum memiliki grand design yang mengikat sebagai panduan jangka panjang.
“Baru pada tahun 2017 pemerintah mulai menyadari bahwa pariwisata menyumbang besar pada pendapatan asli daerah (PAD). Namun, strategi yang konsisten dan visi jangka panjang masih belum terumuskan,” kata Farhan, Kamis (18/9).
Ia menyatakan, Kota Bandung membutuhkan mission statment yang konkret. Ia pun menetapkan Kota Bandung sebagai kota tujuan wisata dengan spesialisasi meeting, icentive, convention and exhibition atau MICE.
“Jika sektor MICE berjalan optimal, maka seluruh ekosistem akan terdongkrak mulai dari hotel, transportasi, kuliner sampai industri hiburan,” ucapnya.
Dengan fokus pada MICE, Kota Bandung diharapkannya mampu menjadi tuan rumah berbagai konferensi, pameran dan pertemuan berskala nasional maupun internasional.
Farhan meyakini, strategi tersebut akan membuka peluang besar bagi sektor jasa, UMKM dan industri kreatif.
Di samping MICE, pihaknya juga menyoroti pentingnya menjaga identitas Bandung sebagai pusat modest fashion dan kreativitas komunitas. “Fesyen muslim lahir di Kota Bandung, dan Wardah brand kosmetik besar juga berasal dari sini. Kota Bandung memang rumah bagi modest fashion, dan produk kecantikan kelas menengah,” ujar dia.
Ia juga menekankan perlunya penguatan sektor kuliner, street food dan seni pertunjukan sebagai bagian dari daya tarik kota. “PKL harus dibina agar naik kelas. Street food harus berkelanjutan. Jika kualitas terjaga, wisatawan akan betah berlama-lama di Kota Bandung,” tandas dia. *
