Pemain Juventus saat mengalahkan Inter Milan.
TURIN – Juventus mengalahkan Inter Milan 4-3 pada lanjutan Liga Italia yang berlangsung di Juventus Stadium, Sabtu (13/9) malam WIB. Laga kedua tim berlangsung sengit.
Juventus unggul lebih dulu. Diawali situasi sepak pojok, umpan Gleison Bremer diterima Lloyd Kelly yang lantas menyepak di kesempatan pertama. Bola bersarang ke pojok kanan gawang.
Inter Milan menyamakan skor. Sepakan keras Hakan Calhanoglu pada menit ke-30 tak bisa diantisipasi kiper Michele Di Gregorio.
Juventus kembali memimpin pada menit ke-38. Tembakan keras Kenan Yildiz sulit dijangkau Yann Sommer, berakhir di pojok kiri bawah gawang.
Inter kembali menyamakan skor, lagi-lagi melalui aksi Calhanoglu. Gelandang Inter itu mengontrol umpan Piotr Zielinski dengan dada, lalu melepas tembakan voli yang berakhir di pojok kiri gawang.
Lantas Inter berbalik memimpin pada menit ke-76. Umpan lambung Federico Dimarco dari situasi sepak pojok ditanduk Thuram yang berdiri leluasa.
Namun Juventus bisa menyamakan kedudukan pada menit ke-82. Berawal dari tendangan bebas, umpan lambung Kenan Yildiz disambut sundulan Khephren Thuram dan diarahkan ke pojok kanan gawang.
Saat laga tampak akan berakhir imbang, Juventus mencetak gol di masa injury time. Tembakan keras Vasilije Adzic dari luar kotak penalti tak kuasa dibendung Sommer.
Meski meraih kemenangan penting, pelatih Juventus, Igor Tudor, tak terlalu puas dengan performa timnya. Hal ini karena Bianconeri tak menjalankan taktik Tudor dengan baik.
“Kami memang menang, meskipun penampilannya tidak bagus Kami bermain dengan gaya yang berbeda, tetapi kami harus beradaptasi sekarang karena kami memiliki tiga penyerang tengah, jadi pikirkan bagaimana cara memaksimalkan potensi para pemain ini,” jelas Tudor dikutip dari Football Italia.
Menurut Tudor, Juventus tak cukup baik melakukan pressing. Selain itu, Kenan Yildiz yang diharapkan banyak menusuk dari tengah justru lebih sering bermain melebar.
“Idenya adalah lini tengah berlian dengan Yildiz di belakang Vlahovic, tetapi kami tidak melakukan pressing di waktu yang tepat, kami tidak melakukannya dengan cara yang seharusnya. Kami terlalu cepat masuk ke dalam. Dia memang menemukan beberapa ruang di belakang striker, itu ide yang bisa kami ulangi di masa mendatang, karena Yildiz sangat berbakat, dia seharusnya lebih dekat ke gawang dan tidak terlalu melebar,” ujar Tudor.
Walau demikian ia menyebutkan keberhasilan menaklukkan Inter Milan merupakan kemenangan penting untuk timnya. “Ini kemenangan yang luar biasa karena kami bermain melawan tim yang penting dan berlevel tinggi. Kami tentu bisa mengatasi beberapa fase dengan lebih baik selama pertandingan, tapi kami senang,” ujar Tudor.
Adzic mengatakan jika perjalanan Juventus masih panjang dan mereka harus bekerja keras setiap hari untuk bisa terus mendapatkan hasil maksimal. “Saya sudah bekerja keras untuk momen seperti ini, saya sudah menantikannya sejak sebelum saya tiba. Saya sangat senang, saya ingin berterima kasih kepada rekan satu tim dan seluruh staf atas kepercayaan mereka kepada saya. Manajer juga percaya kepada saya, saya masuk di pertandingan penting ini dan mencetak gol,” ungkap Adzic.
Sementara pelatih Inter Milan Cristian Chivu tetap menyanjung penampilan anak asuhnya “Kami tampil sangat kuat di babak pertama dan kedua. Kami sempat tertinggal dua kali, dan kami berhasil bangkit. Kami perlu lebih baik dalam membaca permainan, tetapi kami datang ke sini untuk bermain dan mencoba memenangkannya,” ujar Chivu dikutip dari laman klub
Pelatih berkebangsaan Romania itu menjelaskan Calhanoglu serta kolega sempat kehilangan fokus pada 10 menit terakhir pertandingan yang membuat mereka kebobolan dua gol.
“Maksud saya, kami seharusnya bisa mengelola situasi tertentu dengan lebih baik, terutama mengingat ketika mereka kesulitan, mereka bahkan menendang bola keluar lapangan, Kami mengambil sisi positif dari performa kami, meskipun kecewa karena tidak menang. Kami akan fokus pada apa yang kami lakukan dengan baik, meskipun hasilnya tidak mencerminkan hal itu,” kata Chivu.***
