JAKARTA (LB)—Pengembang properti, PT Indonesia Paradise Property (INPP) akhir Agustus 2025 lalu melakukan soft opening Citadines Antasari Jakarta.
Terletak di kawasan bisnis Jakarta Selatan, Citadines Antasari Jakarta menawarkan 175 unit kamar, terdiri atas tipe Deluxe Room (22 m²), Studio Premier Room (32 m²), hingga Suite (52 m²).
Serviced apartment ini berada dalam kawasan pengembangan terpadu (mixed-use development) Antasari Place Jakarta yang terkoneksi dengan fasilitas ritel, kuliner, dan hiburan.
“Citadines Antasari Jakarta merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk memperkuat recurring income,” kata Presiden Direktur INPP Anthony Prabowo Susilo, dalam diskusi media di Citadines Antasari Jakarta, Jakarta Selatan, Jumat (12/9/2025) malam.
Menurutnya secara makro, kondisi sosial politik tahun ini, baik global maupun domestik, berjalan sangat unik. Banyak hal yang tidak terprediksi sejak awal tahun, mulai dari adanya pengetatan anggaran hingga terjadinya dinamika geopolitik. Meski begitu, pihaknya optimistis dapat menjalani tahun ini dengan baik.
Mengenai kinerja INPP tahun ini, Anthony memperkirakan tetap tumbuh dibanding tahun lalu, meski untuk saat ini capaian tersebut memang masih sedikit di bawah target anggaran.
“Portofolio hotel kami rata-rata tidak memiliki ruang MICE berskala besar sehingga tidak terlalu terpengaruh pengetatan anggaran. Di sisi lain, sebagian besar proyek kami juga telah selesai. Karena itu kami optimis dengan pencapaian sampai dengan akhir tahun ini, ” ujarnya.
Di sisi lain, INPP mencatat perkembangan positif dari proyek residensial Antasari Place. Dari total 985 unit yang dipasarkan, kini tersisa sekitar 105 unit.
Perseroan sedang menyiapkan rencana pengembangan tower kedua dengan menyesuaikan tren pasar.
Chief Project Marketing INPP Reagan Halim menambahkan, Antasari Place membidik segmen profesional muda dan keluarga muda.
Ada pun harga unit studio dipasarkan Rp1,3–1,6 miliar dengan luas 28–30 m², tipe one bedroom Rp1,9– Rp2 miliar, dan two bedroom Rp2,7– Rp2,8 miliar. **
