Pembersihan Gedung DPRD Kabupaten Cirebon pasca aksi penjarahan oleh masa Sabtu pekan kemarin, saat ini masih terus berlangsung. Tim gabungan mulai dari BPBD, Damkar, beberapa personil TNI dan pegawai DPRD Kabupaten Cirebon terus melakukan pembersihan material.
CIREBON (LB)- Pembersihan Gedung DPRD Kabupaten Cirebon pascaaksi penjarahan oleh masa Sabtu pekan kemarin, saat ini masih terus berlangsung. Tim gabungan mulai dari BPBD, Damkar, beberapa personel TNI dan pegawai DPRD Kabupaten Cirebon terus melakukan pembersihan material. Ironisnya, pembersihan material kaca di setiap jendela merupakan bagian yang paling sulit.
Hal itu karena setiap jendela kaca baik itu bagian bawah dan atas ruangan, satupun tidak luput dari pengrusakan. Alhasil, tim pembersih harus benar benar memastikan tidak ada satupun kaca yang tertinggal pada setiap jendela dan pintu. Mereka menghancurkan semua sisa sisa kaca yang tertinggal agar semuanya bersih.
“Apalagi bagian atas, susah sekali karena cukup tinggi. Jangan sampai ada sisa kaca yang tertinggal di jendela atau pintu karena bisa membahayakan nantinya,” aku salah satu petugas dari Damkar, Selasa (2/9).
Sementara itu, Sekwan DPRD Kabupaten Cirebon, Asep Pamungkas belum bisa memastikan kapan gedung dewan benar benar bersih. Namun Asep ingin minggu sekarang semuanya bisa dibereskan karena agenda rapat dewan harus bisa berjalan.
“Saya maunya bisa bersih pekan ini karena ada agenda rapat rapat dewan. Minimal ruangan ruangan fraksi bisa dipakai terlebih dahulu. Kalau pinjam gedung di dinas lain, nantinya tidak enak,” aku Asep.
Namun Asep belum bisa menjelaskan, terkait penunjang kinerja dewan, sementara semua perangkat lunak ikut dijarah. Hal itu akunya sedang dirapatkan dengan pimpinan dewan untuk mencari solusi terbaik, termasuk masih menghitung berapa jumlah kerugian.
“Kalau untuk kerugian nanti tim appraisal yang akan turun tangan. Harus mereka yang menghitung agar nilai kerugian yang timbul real dan tidak ada rekayasa,” ujarnya.
Sementara itu, pantauan di gedung dewan terlihat hampir semua pegawai kantor ini ikut terjun membersihkan sisa sisa material kerusuhan dan penjarahan. Ironisnya, masih belum adanya penerangan sedikit menyulitkan beberapa ruangan yang karena kondisinya cukup gelap. Tidak itu saja, putusnya jaringan air di setiap kamar mandi dan mushola menambah derita para pegawai di DPRDKabupaten Cirebon. Untuk sekadar buang air kecil saja, mereka harus ke mesjid agung yang jaraknya cukup jauh. *
