Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus melakukan upaya untuk mengentaskan kasus Tuberkulosis (TBC). Hingga tahun 2024, angka kasus TBC di Kota Bogor tercatat masih berada di angka 11.559 kasus.
BOGOR (LB)- Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus melakukan upaya untuk mengentaskan kasus Tuberkulosis (TBC). Hingga tahun 2024, angka kasus TBC di kota bogor tercatat masih berada di angka 11.559 kasus.
kota bogor juga menempati urutan keempat tertinggi Se-jawa barat dan kondisi ini menjadi perhatian Pemerintah Pusat agar daerah lebih serius dalam menangani kasus TBC.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Bai Kusnadi mengatakan, kemarin ada forum delapan gubernur dan bupati/wali kota dalam upaya percepatan penanggulangan tbc. Forum tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, bersama Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, Menko PMK, Mensesneg, serta perwakilan Kementerian Sekretariat Negara.
“Ya, ada dua hal yang menyebabkan meningkatnya jumlah kasus TBC di Kota Bogor. Pertama, identifikasi Pemkot Bogor dalam mengidentifikasi kasus TBC berjalan maksimal. Artinya kami aktif melakukan penemuan kasus. Kedua, dengan adanya penemuan kasus, maka akan berdampak pada status kesehatan kita. Itu yang harus kami atensi,” ungkap Bai kepada wartawan pada Kamis (28/8).
Bai memaparkan, untuk mempercepat penanganan TBC, Mendagri telah menginstruksikan agar daerah melakukan akselerasi lebih cepat.
“Apalagi kepala daerah memiliki kewenangan untuk melakukan berbagai langkah percepatan. Salah satunya adalah dengan membuat regulasi dan membentuk tim percepatan penanganan tbc secara kelembagaan,” paparnya.
“Kota Bogor termasuk yang sudah membentuk tim tersebut sejak tahun 2023. Dan akan kami review lagi untuk tahun selanjutnya,” tambah Bai.
Bai menjelaskan, akselerasi lainnya dilakukan melalui penyusunan rencana aksi daerah serta implementasinya di lapangan. Menurutnya hal itu menjadi bukti komitmen dan keseriusan Pemkot Bogor dalam menangani kasus TBC.
“Intinya arahan dari Pak Menteri adalah daerah harus lebih serius dalam menangani kasus tbc, terutama dalam identifikasi dan evaluasi secara mendalam,” jelasnya. *
