Kurang Gereget, MU Gagal Kalahkan Fulham

Laga Fulham melawan Manchester United yang berakhir imbang.

MANCHESTER –  Manchester United (MU) gagal menang atas tuan rumah Fulham usai bermain imbang 1-1. Manajer MU Ruben Amorim menyoroti permainan timnya yang justru menurun usai unggul 1-0.

Dalam laga pekan kedua Premier League yang digelar di Craven Cottage, Minggu (25/8) malam WIB itu, Setan Merah unggul lebih dulu pada menit ke-58 usai Rodrigo Muniz bikin gol bunuh diri. Lima belas menit kemudian, Emile Smith Rowe kemudian mencetak gol balasan untuk Fulham.

Amorim menyayangkan intensitas MU. Ia menilai Bruno Fernandes dan kolega kurang cerdas dalam mengelola permainan. “Saya kira kami mencetak gol lalu lupa soal bagaimana kami bermain. Kami harus lebih matang lagi sebagai sebuah tim. Momen yang mengubah permainan adalah gol kami. Kami  ingin menang, dan itu perasaan yang bagus, lalu kami mencetak gol dan yang di lapangan berpikir, ‘Ayo pertahankan keunggulan dan coba menangi pertandingan,”  kata Amorim seperti dilansir ESPN.

Amorim juga menilai skuadnya kurang dewasa. “Bagi saya, itulah momen yang harus kami nikmati dan menekan lawan. Kami mencoba menekan lawan sangat tinggi dan meninggalkan banyak ruang. Para pemain mestinya tahu tugas masing-masing,” ujarnya.

Bruno Fernandes gagal melesatkan bola dari titik penalti di menit ke-38. Itu setelah Mason Mount dibanting Calvin Bassey saat situasi tendangan sudut. Namun tembakan Fernandes melambung jauh ke atas gawang.

“Saya rasa dia tidak terbiasa gagal mengeksekusi penalti. Bruno tahu betapa penting momen tersebut dan dampak besarnya. Selama pertandingan pun dia tidak senang karena tidak terlibat banyak dan merasa punya tanggung jawab besar,”  kata Amorim.

Bagi Amorim, yang terpenting Fernandes merasa bersalah dan bertanggung jawab atas kesalahannya itu. Yang pasti, kini Manchester United harus segera bangkit untuk dapatkan kemenangan pertama. “Yang terpenting, kami harus kembali fokus dan terus melaju,” tegasnya.

Deretan penyerang baru Manchester United belum juga bikin gol di Premier League 2025/2026. Satu-satunya gol MU sejauh ini justru lahir dari bunuh diri pemain lawan.

Usai finis ke-15 di klasemen Liga Inggris musim lalu, MU berbenah dengan merombak lini depan. Dari empat rekrutan baru MU pada musim panas ini, tiga di antaranya adalah penyerang.

Mereka adalah Matheus Cunha, Bryan Mbeumo dan Benjamin Sesko. Total belanja MU untuk ketiga penyerang itu mencapai 206 juta paun atau sekitar Rp4,5 triliun.

Cunha menjadi salah satu pemain yang paling sering memberikan ancaman ke gawang Fulham. Tendangannya sempat kena tiang dan sepakannya yang lain memaksa Bernd Leno melakukan penyelamatan.

Sementara itu, Sesko sejauh ini hanya masuk sebagai pemain pengganti. Setelah main 25 menit melawan Arsenal, pemain yang direkrut dari RB Leipzig itu tampil di lapangan selama 37 menit di kandang Fulham.

Terkait penalti yang gagal  itu,  Fernandes sempat terlihat kesal dengan wasit sebelum menendang penalti. Sesaat setelah meletakkan bola di titik putih, Fernandes dan wasit Chris Kavanagh tidak sengaja bersenggolan.

Insiden tersebut membuat Fernandes kesal. Gelandang asal Portugal itu terlihat menggerutu kepada wasit dan mengambil bola sebelum meletakkannya kembali di titik putih. Tendangan penalti Fernandes pada akhirnya tidak berbuah gol.

“Saya kesal. Sebagai penendang penalti, Anda punya rutinitas sendiri, hal-hal tertentu yang Anda lakukan. Itu bikin saya kesal karena wasit tidak meminta maaf. Itulah yang memantik saya di saat itu, tapi itu bukan alasan kenapa penalti gagal. Tendangan saya sangat jelek. Saya menempatkan kaki saya terlalu ke bawah bola dan itulah kenapa bolanya melayang,”  ujar Fernandes kepada Sky Sports

Manajer Fulham, Marco Silva menilai bahwa gol MU seharusnya tidak sah. Dia merasa ada didorong oleh Leny Yoro ke pemainnya dalam duel udara di situasi sepak pojok. Yoro kemudian sukses menyundul bola. Sebelum bola masuk ke gawang, lebih dulu mengenai badan Muniz.

“Saya rasa apa yang saya lihat sama dengan apa yang dilihat semua orang di stadion, semua orang di seluruh dunia. Dua pemain terisolasi di sudut lapangan dan satu pemain mendorong pemain lain untuk menyundul bola. Jika Anda mengikuti aturan, Anda tahu apa yang akan terjadi. Saya ingin keputusan seperti itu selalu sama. Sesederhana itu,”  ujarnya.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *