BEI Bidik IHSG Capai 8.000 pada HUT ke-80 RI

JAKARTA – Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman menyampaikan optimismenya bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dapat mencapai 8.000 pada tahun ini yang bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia.

Ia menuturkan bahwa IHSG telah tumbuh lebih dari 1 persen per Senin. “Tolong doakan sama-sama di ulang tahun ke-80 Republik Indonesia, indeks kita (IHSG) bisa mencapai 8.000. Amin,”  kata Iman Rachman, di Jakarta, Senin (28/7).

Selain pertumbuhan indeks, Iman juga mengatakan terdapat pertumbuhan jumlah investor sebesar 5 kali lipat dibandingkan 6 tahun yang lalu menjadi 17,4 juta investor.

Dia menuturkan pertumbuhan tersebut terutama terjadi pada investor retail domestik.

Ia menyatakan hal tersebut didorong dengan transformasi BEI menjadi bursa dengan perdagangan multi aset melalui berbagai produk berbasis ekuitas, surat utang, maupun unit karbon.

Selain itu, Iman menyampaikan aktivitas initial public offering (IPO) atau penawaran saham perdana dan penggalangan dana di pasar modal juga terus menunjukkan tren positif.

“Saat ini terdapat 954 perusahaan tercatat yang mencerminkan kepercayaan dunia usaha terhadap prospek jangka panjang Indonesia,” katanya pula.

Sementara itu IHSG ditutup menguat pada perdagangan Senin sore, seiring pelaku pasar merespon positif kesepakatan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa (UE).

IHSG ditutup menguat 71,27 poin atau 0,94 persen ke posisi 7.614,77. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 8,71 poin atau 1,10 persen ke posisi 803,22.

Sepanjang Senin IHSG dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sepuluh sektor menguat yaitu dipimpin sektor keuangan yang naik sebesar 3,18 persen, diikuti oleh sektor infrastruktur dan sektor barang baku yang naik masing- masing sebesar 2,51 persen dan 0,32 persen. Sedangkan, satu sektor melemah yaitu sektor kesehatan turun sebesar 0,08 persen.

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu AMIN, BUVA, SOLA, CLAY dan SMMT. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni FUJI, RGAS MERI, NICL, dan PANR.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.605.732 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 28,81 miliar lembar saham senilai Rp16,94 triliun. Sebanyak 363 saham naik 244 saham menurun, dan 199 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia antara lain Indeks Nikkei melemah 436,23 poin atau 1,05 persen ke 41.020,00, indeks Shanghai menguat 4,28 poin atau 0,12 persen ke 3.597,19, indeks Hang Seng melemah 173,27 poin atau 0,68 persen ke posisi 25.562,31, dan indeks Straits Times melemah 11,58 poin atau 0,27 persen ke 4.249,09.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *