JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah pada perdagangan Rabu (2/7) sore, seiring pelaku pasar mencermati sikap Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terhadap Federal Reserve (The Fed).
IHSG ditutup melemah 34,12 poin atau 0,49 persen ke posisi 6.881,24. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 4,36 poin atau 0,57 persen ke posisi 766,22.
Sepanjang Rabu, IHSG dibuka melemah, betah di teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, empat sektor menguat, yaitu sektor kesehatan naik sebesar 0,86 persen, diikuti oleh sektor barang konsumen non primer dan sektor transportasi & logistik yang naik masing-masing sebesar 0,57 persen dan 0,26 persen.
Sedangkan tujuh sektor terkoreksi yaitu sektor barang baku paling dalam minus 2,07 persen, diikuti oleh sektor teknologi dan sektor energi yang masing-masing turun sebesar 1,16 persen dan 1,47 persen.
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu KRYA, NAIK, PTMP, CINT dan NASI. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni COCO, NOBU, CSMI, NICK dan ISAP.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.097.133 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 24,60 miliar lembar saham senilai Rp11,00 triliun. Sebanyak 195 saham naik, 396 saham menurun, dan 196 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia antara lain indeks Nikkei melemah 231,33 poin atau 0,58 persen ke 39.755,50, indeks Hang Seng menguat 149,13 poin atau 0,62 persen ke 24.221,48, indeks Shanghai turun 2,98 poin atau 0,09 persen ke 3.454,78, dan indeks Strait Times menguat 21,01 poin atau 0,53 persen ke 4.010,64.***
