Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie saat memberikan penjelasan kepada media terkait penanganan stunting.
TANGSEL (LB)- Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, memperkuat layanan kesehatan ibu dan anak sebagai langkah strategis dalam menekan kasus stunting sebelum anak lahir.
Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie di Tangerang, Kamis (16/7), mengatakan berbagai layanan yang dilakukan Pemkot Tangsel antara lain mengintensifkan edukasi kepada calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui dan keluarga yang memiliki balita.
“Kami menekankan mengenai pentingnya gizi seimbang, pemberian ASI eksklusif, imunisasi, serta pemantauan pertumbuhan anak secara berkala. Upaya tersebut menjadi bagian dari intervensi promotif dan preventif agar potensi stunting dapat dicegah sejak dini,” kata Wali Kota Benyamin.
Pendekatan ini dilakukan sebagai bagian dari strategi membangun generasi yang sehat, berkualitas, dan bebas stunting, dengan memastikan setiap calon ibu, ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita mendapatkan layanan kesehatan dan pemenuhan gizi yang optimal.
Selain itu Dinas Kesehatan (Dinkes) juga mengoptimalkan intervensi yang berfokus pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) mulai dari pemeriksaan kesehatan ibu hamil, pemantauan tumbuh kembang balita di posyandu, pemberian makanan tambahan bagi sasaran yang membutuhkan, edukasi gizi, hingga pendampingan Keluarga Risiko Stunting (KRS) melalui Tim Pendamping Keluarga (TPK).
Tak hanya itu upaya percepatan penurunan stunting juga diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan tenaga kesehatan, kader posyandu, TP PKK, pemerintah kecamatan dan kelurahan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
“Sinergi tersebut bertujuan memastikan intervensi yang diberikan tepat sasaran dan mampu menjangkau masyarakat secara menyeluruh,” ujarnya.
Selain itu keberhasilan menurunkan stunting juga tidak hanya bergantung pada layanan kesehatan, kata dia, tetapi membutuhkan kesadaran masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat, memenuhi kebutuhan gizi keluarga, serta rutin memanfaatkan layanan posyandu dan fasilitas kesehatan. “Kami mengajak seluruh masyarakat memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia dan bersama-sama menjaga kesehatan ibu dan anak sebagai fondasi lahirnya generasi unggul,” katanya. *
