Mandiri Taspen Bidik Peluang Silver Economy

JAKARTA – PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) optimistis mampu menjaga pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan pada semester II 2026 di tengah dinamika industri perbankan yang diwarnai suku bunga tinggi, kompetisi likuiditas yang semakin ketat, serta perubahan perilaku nasabah yang semakin digital.

Direktur Utama Bank Mandiri Taspen Panji Irawan  menyebutkan, keberhasilan industri perbankan saat ini tidak lagi ditentukan oleh seberapa agresif pertumbuhan bisnis yang dicapai, melainkan oleh kemampuan bank dalam menjaga keseimbangan antara profitabilitas, kualitas aset, efisiensi operasional, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan.

“Semester II tahun ini bukan lagi soal siapa yang tumbuh paling cepat, tetapi siapa yang paling tangguh dalam menghadapi dinamika pasar. Karena itu kami terus memperkuat fundamental bisnis melalui kualitas aset yang sehat, penguatan dana murah (CASA), serta peningkatan kontribusi fee based income berbasis transaksi digital,” ujar Panji dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (9/7).

Sebagai bank yang fokus pada segmen pensiunan, Bank Mandiri Taspen melihat peluang besar dari berkembangnya fenomena Silver Economy, yaitu meningkatnya populasi masyarakat lanjut usia yang tetap aktif, sehat, dan produktif.

Melihat potensi tersebut, perseroan tidak hanya memperkuat bisnis inti pembiayaan pensiunan, tetapi juga memperluas pembiayaan kepada komunitas wirausaha senior, ekosistem payroll, hingga pembiayaan UMKM produktif yang dikelola para purnabakti.

Untuk menjaga kualitas pertumbuhan kredit, Bank Mandiri Taspen memperkuat sistem mitigasi risiko melalui digitalisasi proses underwriting berbasis data analytics, monitoring portofolio secara real time, serta penerapan early warning system guna memastikan kualitas aset tetap terjaga.

Di sisi transformasi digital, Bank Mandiri Taspen terus mengembangkan aplikasi Movin sebagai pusat layanan keuangan digital yang mengedepankan kemudahan, keamanan, dan pengalaman pengguna.

Transformasi digital tidak hanya dilakukan pada layanan kepada nasabah melalui konsep digital banking, tetapi juga pada proses internal perusahaan untuk meningkatkan efisiensi operasional dan produktivitas.

Ke depan, Movin juga dipersiapkan menjadi platform layanan keuangan terpadu melalui pengembangan berbagai fitur transaksi digital, layanan investasi, pembayaran, hingga wealth management.

Salah satu inovasi yang tengah dipersiapkan adalah peluncuran fitur investasi emas yang akan melengkapi ekosistem layanan keuangan digital Bank Mandiri Taspen.

“Fitur investasi emas merupakan bagian dari roadmap kami menjadikan Movin sebagai one-stop financial application. Kami ingin menghadirkan layanan keuangan yang semakin lengkap, aman, dan mudah diakses seluruh nasabah,” jelas Panji.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *