LOS ANGELES – Spanyol dan Belgia terlibat bentrok pada laga perempat final Piala Dunia 2026 yang dihelat di Stadion Los Angeles, AS, Sabtu (11/7) pukul 02.00 WIB.
Dua kekuatan tradisional Benua Biru dengan sejarah panjang di panggung internasional bersua untuk berebut tiket lolos semifinal.
Spanyol dan Belgia sudah dua kali berjumpa di Piala Dunia. Pertemuan pertama terjadi pada perempat final Piala Dunia 1986 di Meksiko, saat The Red Devils mendepak lewat adu penalti usai main imbang 1-1.
Empat tahun berselang, La Furia Roja membalas dengan menang 2-1 atas Belgia pada laga fase grup Piala Dunia 1990 di Italia.
Sejak saat itu, dominasi lebih banyak berpihak kepada Spanyol. Tim Matador tidak pernah kalah dalam enam pertemuan terakhir kontra Setan Merah di semua ajang, termasuk kemenangan 2-0 pada laga persahabatan tahun 2016 yang menjadi jumpa terakhir kedua negara.
Kini, rivalitas Belgia dan Spanyol kembali berlanjut di panggung terbesar sepak bola dunia. Tim Matador datang dengan status salah satu favorit juara setelah belum kebobolan sepanjang turnamen, sedangkan Belgia tengah menikmati momentum positif usai menghancurkan Amerika Serikat 4-1 di babak 16 besar.
Spanyol menjadi salah satu tim paling konsisten sepanjang Piala Dunia 2026. Setelah ditahan imbang Tanjung Verde tanpa gol pada laga pembuka, tim asuhan Luis de la Fuente bangkit dengan mengalahkan Arab Saudi 4-0, Uruguay 1-0, Austria 3-0, hingga Portugal 1-0.
Statistik FIFA menunjukkan Spanyol menjadi tim dengan aliran bola terbanyak (3382 pass) di antara semua peserta. Akurasi umpan skuad Matador juga tinggi, sebesar 91 persen, hanya kalah dari Argentina (92 persen).
Pelatih timnas Spanyol Luis de la Fuente diprediksi tetap mengandalkan Rodri, Pedri, Fabian Ruiz;, Lamine Yamal dan Mikel Oyarzabal untuk mengobrak abrik pertahanan Belgia.
De la Fuente menegaskan bahwa timnya selalu optimis di setiap pertandingan. “Laga melawan Belgia tentu punya tantangan tersendiri bagi kami. Tetapi para pemain tetap memiliki motivasi yang sama di setiap laga. Belgia sangat kuat, tetapi kami ingin coba menyajikan yang terbaik,” kata De la Fuente di situs FIFA.
Sementara itu, Belgia mulai berkembang meski sempat diragukan di awal turnamen. Setelah main imbang melawan Mesir dan Iran di fase grup, Setan Merah bangkit dengan melibas Selandia Baru 5-1, menyingkirkan Senegal 3-2, lalu menyikat Amerika Serikat 4-1.
Torehan tersebut membawa anak asuh Rudi Garcia duduk di posisi kedua sebagai tim tertajam di Piala Dunia 2026 dengan koleksi 13 gol, hanya kalah dari Prancis yang memiliki 14 gol.
Ketajaman Charles De Ketelaere dan kolega sekarang bakal diuji ulang oleh kokohnya lini pertahanan dan dominasi lapangan tengah Spanyol.
“Laga melawan Spanyol pasti seru namun berat. Mereka tim kuat, tetapi ini adalah ajang Piala Dunia. Motivasi dan semangat sangat mempengaruhi performa tim. Kami harus fokus sepanjang laga,” kata Garcia di situs FIFA.
Laga diprediksi berlangsung ketat, duel lini tengah berpotensi jadi penentu. Rodri, Pedri, dan Fabian Ruiz bakal adu kehebatan dengan Amadou Onana serta Youri Tielemans dalam perebutan kontrol permainan.
De la Fuente diprediksi menurunkan Unai Simon (kiper); Pedro Porro, Pau Cubarsi, Aymeric Laporte, Marc Cucurella; Rodri, Pedri, Fabian Ruiz; Alex Baena, Lamine Yamal dan Mikel Oyarzabal dengan formasi 4-3-3.
Rudi Garcia diperkirakan memainkan Thibaut Courtois (kiper); Timothy Castagne, Brandon Mechele, Nathan Ngoy, Maxim De Cuyper; Amadou Onana, Youri Tielemans; Jeremy Doku, Nicolas Raskin, Leandro Trossard dan Charles De Ketelaere dengan formasi 4-2-3-1.***
