Erling Haaland dan Martin Odegaard, andalan Norwegia.
MIAMI – Kiprah Norwegia di Piala Dunia 2026 terbilang menggembirakan. Mereka lolos ke babak perempat final usai menyingkirkan tim kuat Brasil. Selanjutnya akan menghadapi Inggris pada Minggu (12/7) pukul 04.00 WIB.
Legenda sepak bola Jerman Juergen Klinsmann menyebut kekuatan Norwegia, yang mencapai perempat final Piala Dunia 2026, bukan hanya soal Erling Haaland dan Martin Odegaard.
Klinsmann menilai, kekuatan Norwegia lebih dari itu, karena menurutnya pasukan Stale Solbakken itu memiliki kedalaman skuad yang luar biasa. “Bukan hanya soal Erling Haaland atau Martin Odegaard, tetapi jauh lebih dari itu. Mereka memiliki kedalaman skuad yang luar biasa serta berasal dari negara yang memiliki dorongan kuat untuk terus berkembang,” kata Klinsmann, dikutip dari laman resmi FIFA.
Norwegia baru memainkan Piala Dunia sebanyak empat kali, termasuk tahun ini, namun pencapaian terbaik mereka hanya mencapai 16 besar dalam dua edisi berbeda, yaitu tahun 1938 dan tahun 1998, yang menjadi Piala Dunia terakhir mereka sebelum tahun ini.
Kini, rekor itu pecah setelah tim berjuluk Lovene itu mencapai babak perempat final ajang kali. Saat menang 2-1 atas Brasil, Haaland menjadi bintangnya karena mencetak dua gol.
Dua gol itu menempatkan Haaland di persaingan jajaran top skor sementara Piala Dunia 2026 dengan tujuh gol, hanya kalah satu gol dari Lionel Messi yang baru saja membawa Argentina menang dramatis 3-2 atas Mesir di babak 16 besar.
“Norwegia kini sedang berkembang menjadi tim dengan karakter yang bagus mengingatkan saya pada Kroasia pada era 1990-an. Mereka memiliki semangat, talenta, dan kualitas yang begitu besar sehingga dalam 10 hingga 15 tahun ke depan mereka berpotensi berkembang menjadi kekuatan sepak bola dunia seperti Kroasia saat ini,” kata pelatih 61 tahun itu.
Namun Martin Odegaard menyebut, timnya jadi underdog melawan Inggris. Tapi Norwegia sudah membuktikan diri setelah sukses menyingkirkan Brasil.
Di atas kertas, the Three Lions diunggulkan karena menempati ranking empat dunia, jauh lebih baik daripada Norwegia (31).
Selain itu, rekor pertemuan mengemukakan bahwa Inggris superior dengan meraih tujuh kemenangan dan cuma dua kali kalah dalam 12 duel di semua ajang. Sedangkan, dua kemenangan Norwegia itu seluruhnya didapat di laga kompetitif (Piala Dunia).
Walau demikian kemenangan atas Brasil mendongkrak kepercayaan diri the Vikings ketika menantang Inggris. “Saya rasa Brasil (di babak 16 besar) sama, kami jadi underdog dan, seperti yang kalian lihat, apa pun bisa terjadi di dalam sepakbola. Kami akan mengusahakan yang terbaik, melihat apa yang bisa kami lakukan dan menantikan pertandingannya,” kata Odegaard dilansir dari Reuters.
Ia menyebutkan timnya sudah membuktikan kepada dunia bahwa mereka sanggup bersaing dengan tim mana pun. “Kami harus memiliki keyakinan pada diri sendiri. Kami toh telah menunjukkan kepada seluruh dunia bahwa kami adalah sebuah tim yang bagus. Di dalam sepakbola itu, apa pun mungkin. Sekalipun, kami bermain sebagai underdog lagi, kita lihat saja apa yang terjadi dan kami akan mempersiapkan diri dengan baik,” ujarnya.
Odegaard menyambut reuni dengan Declan Rice di laga nanti. Kedua pemain itu baru saja membantu the Gunners memenangi titel Premier League pertama dalam 21 tahun. Akan tetapi, kini Odegaard dan Rice mesti saling sikut.
“Dia itu pemain yang selalu memberikan segalanya untuk tim, selalu bertarung untuk setiap bola, membawa energinya ke dalam lapangan, ke timnya, mendorong tim maju ke depan. Dia bisa melakukan banyak hal di atas lapangan,” kata kapten Norwegia itu.
Odegaard menegaskan, the Vikings masih belum puas mengukir sejarah, kini Inggris dibidik. “Dan, ini bukan hanya tentang Declan, melainkan keseluruhan tim yang memiliki para pemain luar biasa. Ini adalah sebuah ujian besar dan kami menantikan pertandingannya. Mudah-mudahan kami bisa membuat sejarah lagi,” kata Odegaard.
Lebih jauh Odegaard menyebut dirinya sudah mengetahui hampir seluruh pemain Inggris. “Pastinya kami tahu kualitas yang mereka punya. Saya tahu persis mereka. Para pemain yang luar biasa, para pemain kelas dunia, bermain untuk mungkin salah satu tim nasional terbaik di dunia saat ini, jadi pertandingan itu akan jadi sebuah ujian besar buat kami,” ujarnya.***
