Kiper Tanjung Verde, Vozinha dan pemain lainnya saat menyalami Lionel Messi.
MIAMI – Tanjung Verde sedih karena tersingkir dari Piala Dunia 2026. Tapi pada bersamaan, The Blue Sharks bangga atas perlawanan terhadap Argentina.
Tanjung Verde terhenti di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Itu setelah tim asuhan Pedro Brito alias Bubista tersebut kalah 2-3 di babak tambahan, dalam laga di Miami Stadium, Sabtu (4/7) pagi WIB.
Argentina sempat dua kali memimpin dan Tanjung Verde selalu berhasil menyamakan. Namun gol bunuh diri Diney Borges pada menit ke-111 jadi satu yang tak bisa dibalas.
“Suasana yang terasa di ruang ganti adalah kesedihan. Kami sedih, tentu saja, sedih karena meninggalkan kompetisi ini dan karena kami begitu nyaris lanjut. Meski sedih, para pemain saling berpelukan, menangis. Ini adalah bagian dari bertumbuh. Ini membantu kami tumbuh dan juga menunjukkan bahwa tim ini punya jiwa,” kata Bubista dikutip Reuters
Sebagai debutan, Tanjung Verde tampil luar biasa mengimbangi Spanyol, Uruguay dan Arab Saudi di fase grup, lalu amat menyulitkan Lionel Messi dan kolega di 32 besar.
Tim ini mengandalkan kolektivitas dan kerja keras. “Saya merasa bangga dengan para pemain saya. Mereka bermain dengan kehormatan dan keberanian. Saya rasa Argentina menunjukkan kenapa mereka juara dunia,” ujar Bubista.
Kiper Tanjung Verde, Vozinha tampil luar biasa. Meski kebobolan tiga gol, kiper berusia 40 tahun itu bisa tepis tujuh tembakan Argentina lainnya. “Messi bilang, ‘kamu hebat, orang-orang negaramu harus bangga denganmu’. Mendengar kata-kata itu dari seseorang seperti Messi, rasanya luar biasa dan sangat berarti untuk saya,” ungkap Vozinha soal perkataan Messi.***
