Kepercayaan Diri Maroko Terus Meningkat Usai Menyingkirkan Kanada

Pemain Maroko saat mengalahkan Kanada.

HOUSTON – Maroko berhasil mengalahkan Kanada dengan skor 3-0 pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 di NRG Stadium, Houston, Minggu (5/7) dini hari WIB. Kemenangan Maroko diraih lewat brace Azzedine Ounahi dan satu gol Soufiane Rahimi.

Pelatih Timnas Maroko, Mohamed Ouahbi, mengaku puas setelah timnya menyingkirkan tuan rumah Kanada. Menurutnya, pertandingan itu berjalan sulit karena kedua tim tampil habis-habisan sejak menit awal.

“Kami sangat senang. Ini pertandingan Piala Dunia dan ini adalah pertandingan sulit di mana tim-tim bermain mati-matian. Kami bereaksi dengan sangat baik di babak kedua dalam perebutan bola kedua dan duel-duelnya. Saya harus mengakui bahwa Kanada tampil mengesankan, mereka memainkan pertandingan kelas atas,” kata Ouahbi dikutip dari laman FIFA.

Lolos ke babak perempatfinal bukanlah kejutan bagi timnya. “Itu bukan kejutan bagi kami. Ketika orang-orang berbicara tentang Maroko sekarang, mereka membicarakan sebuah kekuatan besar dalam sepak bola. Ini merupakan sumber kebanggaan yang luar biasa, tetapi saya rasa ini baru permulaan. Kami ingin melangkah lebih jauh” ujarnya.

Maroko selanjutnya menghadapi Prancis pada babak perempatfinal di Boston Stadium, Jumat  (10/7) dinihari WIB. “Kami tidak ingin berhenti. Kami akan mempertahankan ambisi dan kepercayaan diri yang sama. Kami ingin mencapai final. Ini bukan soal balas dendam terhadap lawan mana pun. Kami hanya ingin melangkah sejauh mungkin dan membuat rakyat kami bangga,”  kata Ouahbi.

Azzedine Ounahi tampil sebagai sosok pembeda di laga itu. Sangat pantas ia dinobatkan sebagai Superior Player of the Match. Penampilan sang gelandang   menjadi kunci kebangkitan Maroko yang sempat kesulitan mengembangkan permainan pada babak pertama.

“Saya hanya menjalankan tugas dengan baik. Tetapi secara keseluruhan tim bermain sangat bagus. Di babak pertama kami memang kewalahan, tetapi permainan kami di babak kedua sangat bagus. Kami harus segera fokus ke laga selanjutnya,” ujar Ounahi.

Pelatih Kanada, Jesse Marsch, sangat kecewa dengan tersingkirnya timnya.  “Wah, kami adalah tim yang lebih baik! Kami adalah tim yang lebih baik, kan? Mereka melakukan beberapa aksi bagus lebih banyak daripada kami, tapi meningkatkan intensitas bukanlah masalahnya. Mereka memiliki kualitas yang sedikit lebih baik di fase akhir serangan, dan kami kurang memiliki kemampuan itu untuk melakukan aksi krusial saat dibutuhkan,” kata Marsch.

Pelatih asal Amerika Serikat itu kemudian melontarkan pernyataan yang menarik perhatian. Meski Maroko berhasil lolos ke perempat final, ia mengaku tetap lebih memilih berada di posisi Kanada.

“Tim ini luar biasa. Saya lebih memilih menjadi kami daripada mereka. Sehebat apa pun Maroko, saya tetap lebih memilih menjadi Kanada. Saya sangat bangga kepada para pemain kami. Saat ini mereka memang terluka karena kekalahan, tetapi saya tidak mungkin bisa lebih bangga lagi terhadap mereka,” ujarnya.

Ia juga mengatakan para pendukung Kanada layak bangga terhadap tim yang selalu bermain menyerang dan berani menghadapi siapa pun. “Merupakan sebuah kehormatan bagi para suporter kami untuk mendukung tim seperti ini, tim yang selalu berusaha memenangkan pertandingan, tidak bermain bertahan, dan terus menunjukkan bahwa kami bisa menjadi lebih baik. Tentu saja kami harus lebih sering berada di situasi seperti ini. Kami harus menemukan cara untuk menang dan terus berkembang dari pengalaman ini,” ujarnya.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *