Kondisi permukiman di RT 17 RW 08, Kelurahan Kemanggisan, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat, yang masih kerap dilanda banjir meski pembangunan tanggul Kali Grogol sudah rampung, Kamis (2/7).
JAKARTA (LB)- Warga Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat, menyebut banjir masih melanda permukiman meskipun pembangunan tanggul Kali Grogol rampung dan telah diresmikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Kamis, 2 Juli 2026.
Salah satu warga, Damirin (48) mengungkapkan, banjir masih menggenangi permukiman rumahnya di Jalan Anggrek Neli Murni RT 17 RW 08 Kelurahan Kemanggisan. “Kalau hujan gede, deres, tetap masih banjir. Ini (kawasan permukiman rumahnya) tergenang,” katanya, Kamis (2/7).
Menurut Damirin, kawasan permukiman yang cekung diduga menjadi penyebab wilayah tersebut selalu kebanjiran, apalagi ketika hujan deras dengan intensitas cukup tinggi.
“Airnya itu masuk lewat saluran, got, jadi meluap terus akhirnya ke permukiman warga,” ujarnya. Namun demikian, Damirin menyampaikan, pembangunan tanggul di Kali Grogol sangat membantu karena sekarang jika air kali meluap, tidak langsung tumpah ke permukiman warga. Selain itu, pembangunan tanggul Kali Grogol juga dinilai membuat kawasan semakin rapi dan bersih.
“Dulu kalau banjir, dari sana tuh kayu, kayak kasur, kayak apa dari atas tuh pada lari ke sini. Jadi nyangkutnya di bawah itu tadi saringan, pas saringan situ,” kata Damirin.
Damirin menceritakan ketika banjir melanda permukiman yang tingginya mencapai sekitar 70 sentimeter. Ia bersama keluarga harus mengungsi di posko yang tak jauh dari rumahnya.
“Kalau banjir kami ngungsi, pindah ke atas, paling ke pos itu,” ucapnya.
Warga lain di RT 17 RW 01, Iskandar mengapresiasi langkah pemerintah yang mau membangun tanggul di kawasan ini. Menurut dia, pembangunan tanggul sangat bermanfaat.
“Ya sekarang jadi lebih bersih walaupun masih banjir. Kalau dulu kan sebelum ditanggul, kalau banjir pasti kotor, airnya kotor,” tuturnya.
Meski begitu, Iskandar berharap pemerintah juga memperhatikan masalah banjir yang masih kerap melanda kawasan tersebut, meskipun tanggul sudah dibangun dengan apik. Ia mengusulkan agar pemerintah membuat semacam embung sebagai tempat untuk menampung air ketika banjir melanda kawasan ini.
“Jadi ada semacam tempat penampungan dan nanti tinggal disedot pakai pompa,” kata Iskandar.
Secara terpisah, Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Ika Agustin menyampaikan, kawasan ini kerap dilanda banjir karena dilewati beberapa aliran kali.
“Kemudian juga banyak permukiman liar di daerah sini,” kata Ika saat memaparkan proyek pembangunan tanggul Kali Grogol kepada Gubernur Pramono Anung saat peresmian, Selasa, 2 Juli 2026 pagi. Ika menegaskan bahwa, pembangunan tanggul Kali Grogol sepanjang 1.702 meter pada dua sisi itu dipastikan sudah selesai. Hanya saja pembangunan sarana dan pra sarana lainnya masih berlangsung. *
