Michel Aebischer, Pemain Swiss.
VANCOUVER – Swiss bakal diuji kehebatannya saat melawan Aljazair pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 yang berlangsung di BC Place, Vancouver, Kanada, Jumat (3/7) pukul 10.00 WIB.
Swiss finis sebagai juara Grup B tanpa terkalahkan, sementara lawannya menempuh jalan dramatis menuju fase gugur. Aljazair bermain imbang 3-3 melawan Austria pada laga terakhir yang penuh ketegangan, termasuk kebobolan gol penyeimbang pada masa tambahan waktu yang membuat mereka finis di peringkat ketiga Grup J.
Perhatian akan tertuju kepada pemain muda Swiss, Johan Manzambi, yang telah menunjukkan kapasitasnya sebagai kandidat kuat peraih Penghargaan Pemain Muda Terbaik FIFA setelah mencetak tiga gol dan satu assist dalam tiga pertandingan sebelumnya, meski hanya sekali tampil sebagai starter.
Swiss juga membidik tiket ke Babak 16 Besar Piala Dunia untuk keempat kalinya secara beruntun, sedangkan Aljazair berupaya meraih kemenangan pertama mereka di fase gugur setelah langkah mereka terhenti di Babak 16 Besar pada 2014 oleh Jerman, yang kemudian keluar sebagai juara.
Pelatih Aljazair Vladimir Petkovic mengenal betul calon lawannya setelah menangani Swiss selama tujuh tahun dan memimpin tim tersebut di tiga turnamen besar, termasuk Piala Dunia 2018.
Kedua negara belum pernah bertemu dalam pertandingan kompetitif, tetapi sudah dua kali berhadapan dalam laga persahabatan pada dekade 1980-an, dan keduanya dimenangi Swiss.
“Kami memiliki banyak pemain yang sedang berada dalam performa terbaik. Tim kami juga sedang berada dalam kondisi yang sangat baik. Kami banyak tertawa bersama, jadi kami benar-benar percaya diri untuk menghadapi pertandingan berikutnya melawan Aljazair. Tekad kami melaju ke babak selanjutnya,” kata gelandang Swiss Michel Aebischer dikutip dari laman FIFA.
Seperti apa jalannya laga nanti? Patut disaksikan.***
