Sukacita Paraguay Singkirkan Jerman

Selebrasi pemain Paraguay saat mengalahkan Jerman.

FOXBOROUGH  (LB) – Paraguay melenggang ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 usai menyingkirkan Jerman. Laga yang berlangsung di Gillette Stadium, Foxborough, Selasa (30/6) dini hari WIB tuntas lewat adu penalti.

\Dalam laga itu Julio Enciso sempat membawa Paraguay unggul pada babak pertama sebelum Kai Havertz menyamakan kedudukan untuk Jerman. Jerman sebenarnya nyaris memastikan kemenangan ketika Jonathan Tah mencetak gol, tetapi gol tersebut dianulir.

Pada babak adu penalti, Paraguay menang 4-3. Havertz dari Jerman menjadi penembak pertama dan gagal mencetak gol. Paraguay lantas memimpin 1-0 setelah Mauricio berhasil menjalankan tugasnya.

Joshua Kimmich berhasil menyamakan skor menjadi 1-1 dan Paraguay memimpin 2-1 lewat eksekusi Gustavo Gomez. Jamal Musiala membuat skor imbang 2-2 dan Paraguay juga mengubah lagi menjadi 3-2 lewat Matias Galarza.

Nick Woltemade tak mampu membuat Jerman menyamakan skor setelah bola eksekusinya ditepis. Antonio Sanabria justru gagal mengunci kemenangan Paraguay setelah bola tembakannya melebar.

Nadiem Amiri memperpanjang napas Jerman setelah mengubah skor menjadi 3-3. Fabian Baluena yang harusnya bisa menjadi penentu Paraguay malah ikut gagal. Tah juga ikut gagal dan Jerman kembali tertekan. Jose Canale pun berhasil membawa Paraguay ke babak 16 besar dengan kemenangan penalti 4-3.

Pelatih Paraguay    Gustavo Alfaro  mengaku bangga dengan perjuangan skuadnya. “Saya merasakan pertandingan ini dengan intensitas yang luar biasa, sama seperti semua orang. Laga ini penuh ketegangan dari awal hingga akhir karena kami tahu menghadapi salah satu kandidat juara, lawan yang memiliki kualitas sangat tinggi dan sebelumnya difavoritkan. Para pemain memahami dengan sempurna apa yang dibutuhkan pertandingan ini dan bekerja sangat keras agar Jerman tidak menemukan ruang serta tidak bisa memainkan gaya bermain mereka,” kata Alfaro dikutip dari laman FIFA.

Alfaro juga mengakui pertandingan berlangsung sangat menguras tenaga, terutama karena cuaca panas yang memengaruhi kondisi fisik para pemain. Membahas perjuangan timnya, Alfaro mengatakan, “Memang ada beberapa hal yang kurang dari permainan kami, tetapi tuntutan pertandingan sangat tinggi. Suhu udara sangat panas dan upaya terus-menerus untuk merebut kembali bola serta menutup ruang membuat kami kehilangan banyak energi untuk menyerang,” ujarnya.

Penjaga gawang Paraguay Orlando Gill dilanda kegembiraan lantaran dua penyelamatan yang ia lakukan terhadap algojo adu penalti Jerman.  “Syukurlah saya berhasil menyelamatkan dua penalti. Ini sebuah kehormatan: kami menyingkirkan tim juara. Saya mendedikasikan ini untuk semua warga Paraguay,” kata Gill dilansir laman resmi FIFA.

Gill memasuki adu penalti dengan menyuntik kepercayaan diri yang besar bagi Paraguay setelah ia mementahkan tendangan Havertz. Ia juga melakukan hal serupa dengan menghentikan sepakan Woltemade.

“Sungguh mendebarkan. Ini pertandingan yang berat. Kami mampu bertahan setelah membuka keunggulan, mereka menyamakan kedudukan, tapi kami bisa menjaga keadaan,” kata Gill.

Sementara pelatih Jerman, Julian Nagelsmann menyoroti keputusan wasit asal Maroko, Jalal Jayed yang menganulir gol Jonathan Tah  pada menit ke-102. Bek tengah Jerman itu mencetak gol lewat sundulan di tiang jauh yang membobol gawang Gill.

Namun, gol yang berpotensi meloloskan Jerman itu dianulir oleh Jayed. Setelah melihat Video Assistant Referee (VAR), Jayed menilai lebih dulu terjadi pelanggaran yang dilakukan bek Jerman, Waldemar Anton kepada Gill.

“Sungguh konyol gol kami dianulir, tetapi pada akhirnya harus diakui bahwa performa kami memang belum cukup. Saya sangat kecewa karena saya merasa kami memiliki tim yang sangat solid, dan kesan yang didapat dari sesi latihan pun selalu bagus. Tidak ada pemain yang sengaja tampil buruk,”  ujar Nagelsmann dilansir dari One Football.

Terkait performa tim, Nagelsmann coba menjelaskan sebab pasukannya tidak bisa melewati adangan Paraguay. Menurut pelatih berusia 38 tahun itu, para pemainnya lambat dalam memaksimalkan serangan dari sektor sayap.

“Kami butuh waktu terlalu lama untuk bisa memaksimalkan permainan sayap. Seiring berjalannya laga, kami lebih memaksakan hal itu dan akhirnya berhasil menciptakan lebih banyak situasi di dalam kotak penalti (Paraguay). Kami memang memegang kendali, namun kurang memiliki daya gedor yang mematikan,” tuturnya.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *