Kepala Disdikpora Wawan Setiawan, Ketum MATAKIN Xs Budi S. Tanuwibowo dan tokoh lintas agama berfoto bersama Ibu Negara RI ke-4 Sinta Nuriyah Wahid.
JAKARTA (LB)–Ibu Negara RI ke-4, Sinta Nuriyah Wahid menghadiri perayaan dan sembahyang Duan Yang, di Kong Miao Gerbang Kebajikan, Perumahan Resinda, Karawang, Jumat (19/6/2026).
Perayaan tahunan yang jatuh setiap tanggal 5 bulan 5 penanggalan Imlek ini juga dihadiri oleh jajaran pejabat daerah, tokoh lintas agama, serta berbagai elemen masyarakat.
Mewakili Bupati Karawang, Kepala Disdikpora (Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga) Karawang Wawan Setiawan, tampak hadir bersama unsur Muspida dari Polsek, Kodim, dan Kejaksaan Negeri Karawang. Perwakilan dari FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) dan berbagai elemen masyarakat seperti PSMTI, Budha Tzuchi, dan lain-lain.
Selain itu, hadir Ketua Umum MATAKIN, Xs. Budi S. Tanuwibowo, Perayaan ini juga diramaikan oleh rombongan pengurus dan umat Khonghucu yang datang dari berbagai daerah, di antaranya MAKIN Cimanggis, MAKIN Depok, MAKIN Segar Cilodong, hingga perwakilan dari Cianjur.
Sinta Nuriyah yang tiba di lokasi acara sekitar pukul 09.00 WIB, ditemani sejumlah tokoh diantaranya Lis Purnomo Yusgiantoro dan Titik Suwarno. Kedatangan mereka disambut barongsai.

Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Laporan Ketua Panitia. Dalam laporannya, Ketua Panitia Perayaan Duan Yang, dr. Julia Kurniawati mengatakan selain Sembahyang Duan Yang, ada rangkaian acara lain dalam yang menarik, di antaranya mengelilingi danau dengan perahu naga, pembagian Bakcang, pelepasan burung merpati, dan sebagainya.
Mewakili Bupati Karawang, Kepala Disdipora Wawan Setiawan, menyampaikan bahwa perayaan Duan Yang bukan sekadar ritual tahunan semata. Menurutnya, ritual ini mengandung nilai-nilai filosofis yang mendalam bagi kehidupan bermasyarakat.
Wawan juga mengingatkan kembali momen penting pada tanggal 20 November 2024 lalu, saat Bupati Karawang meletakkan batu pertama pembangunan Kong Miao di Resinda ini.
Menurutnya, pembangunan Kompleks Rumah Ibadat merupakan wujud nyata dari komitmen Pemerintah Kabupaten Karawang dalam menjamin kebebasan beribadah bagi setiap warga negara, sekaligus upaya bersama untuk menjaga dan merawat kerukunan antarumat beragama.
“Setiap kita memperingati Ritual Duan Yang dan Pehcun kita teringat akan sosok Qu Yuan, seorang pejabat pemerintahan dan penyair zaman Zhu, yang mengakhiri hidupnya dengan melompat ke sungai Miluo,” ungkap Sinta Nuriyah Wahid saat memberikan sambutan di Perayaan Ritual Duan Yang.
“Ketokohan Qu Yuan yang jujur dan patriotik patut untuk diteladani dan keberaniannya melawan kesewenang-wenangan dan kebobrokan moral para pejabat pada zamannya. Seperti di zaman modern sekarang ini, saat kebenaran dan kejahatan sulit dipisahkan, dimana kejahatan kerap menyusup diantara kebaikan itu. Dalam kondisi krisis moral ini, kita juga dingatkan sosok yang berani bersuara lantang melawan ketidakadilan dan kejahatan itu seperti KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur,” imbuhnya.
Sementara itu Ketua Umum MATAKIN, Xs Budi S. Tanuwibowo, dalam wawancara terpisah, mengatakan, kehadiran Sinta Nuriyah Wahid dalam Perayaan dan Ritual Duan Yang di Kong Miao Gerbang Kebajikan Karawang diharapkan menjadi momentum berharga.
“Semoga hadirnya Ibu Sinta pada Perayaan Duan Yang ini bisa menjadi pemantik sehingga kegiatan ini semakin semarak, ramai dan dikenal luas oleh masyarakat khususnya kabupaten Karawang ini,” ujarnya.
Budi berharap pembangunan Kong Miao di Perumahan Resinda dapat berjalan lancar dan selesai tepat waktu. Sehingga dapat segera dijadikan sarana peribadahan bagi umat Khonghucu di Karawang dan sekitarnya. Budi juga berharap pembangunan kelenteng ini akan banyak mendapat dukungsn para donatur. **
