Marc Cucurella, Pemain Timnas Spanyol
ATLANTA – Spanyol bakal berhadapan dengan Arab Saudi dalam lanjutan laga Piala Dunia Grup H, yang berlangsung di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Minggu (21/6) pukul 23.00 WIB. Spanyol tidak boleh melempen lagi.
Spanyol secara mengejutkan ditahan imbang tim debutan Tanjung Verde tanpa gol dalam laga pembuka grup H. La Furia Roja pun dalam posisi sulit. Jika ingin lolos dari grup, mereka tak boleh buang peluang lagi.
Spanyol saat ini ada di posisi ketiga klasemen Grup H, kalah agresivitas gol dari Uruguay dan Arab Saudi. Ferran Torres dan kolega cukup diuntungkan karena 4 tim di grup mereka sama-sama baru mengoleksi 1 poin. Artiinya, Spanyol tidak menuju matchday 2 dengan kondisi minus.
Saat melawan Tanjung Verde, Spanyol memiliki 74,3 persen penguasaan bola dan 27 tembakan (7 tepat sasaran), Spanyol tidak bisa mencetak gol ke gawang lawan. Bukan cuma karena Vozinha, kiper lawan, tampil gemilang dengan 7 save. Penyerang La Roja, Mikel Oyarzabal, terisolasi. Ia baru menyentuh bola setelah 31 menit laga.
Formasi 4-3-3 Spanyol yang merupakan varian 4-5-1 tampak gagal beradaptasi.
Memilih Gavi dan Torres untuk membantu penyerang utama bukan ide bagu pelatih Luis de la Fuente. Dalam laga tersebut, Lamine Yamal dan Nico Williams memang diturunkan sebagai pengganti yang terlambat.
De la Fuente tetap mengaku optimis timnya bisa memberikan yang terbaik di laga kedua. “Kami memang tampil mengecewakan di laga pertama karena tidak bisa memanfaatkan peluang dengan baik. Kini kami menatap laga berikutnya dengan optimisme yang tinggi,” ujarnya dari laman FIFA.
Bek Spanyol, Marc Cucurella meminta rekan-rekannya untuk lebih waspada. “Kejadian ini (seri melawan Tanjung Verde) akan membuat kami lebih waspada. Kami paham tidak mudah berada di Piala Dunia. Kami harus 100 persen fokus di setiap laga. Tim mana pun bisa mengalahkan Anda. Kini kami akan berhadapan dengan Arab Saudi, tim kuat dari Asia. Kami harus tampil lebih baik lagi,” kata bek Spanyol, Marc Cucurella.
Dengan Spanyol yang selalu bergaya menyerang dan ingin jadi protagonis di setiap laga, partai kontra Arab Saudi kemungkinan akan berjalan satu sisi. La Roja akan mencari gol, sedangkan The Green Falcons bertahan total sembari menyiapkan serangan balik. Kemampuan Arab menaklukkan Argentina 2-1 di Piala Dunia 2022 adalah buktinya.
“Mereka (Arab Saudi) adalah tim yang secara defensif, dan akan coba memanfaatkan peluang lewat serangan balik,” kata Cucurella dikutip Reuters.
Sementara pelatih Arab Saudi, Georgios Donis menyesali kegagalan timnya mengamankan angka penuh saat lawan Uruguay. Di laga tersebut, Arab unggul lebih dahulu sebelum Maxi Araujo menyamakan kedudukan pada menit 80.
Menurut Donis, timnya perlu konsentrasi penuh dan bertempur dalam 90 menit. Kejadian lawan Uruguay tak boleh terjadi lagi saat jumpa Spanyol. “Kami kelelahan di babak kedua? Di paruh kedua, kami tak lagi punya intensitas yang sama. Lawan bisa masuk lebih dalam. Melawan Spanyol tentu kami harus lebih baik,” kata Donis dikutip Reuters.***
