Ilustrasi pelamar kerja.
BANDUNG (LB)- Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bandung kembali menggelar upaya perluasan akses kerja, melalui Bandung Utama Job Fair Future Connect 2026 Wilayah Bandung Tengah. Kegiatan akan berlangsung di GOR KONI Bandung, Jalan Jakarta pada Kamis (18/6) pukul 07.00 hingga 16.00 WIB.
Kegiatan, menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menekan tingkat pengangguran terbuka (TPT) Kota Bandung yang tercatat sebesar 7,2 persen. Job fair tersebut, juga diharapkan dapat memperluas akses informasi lowongan kerja bagi masyarakat.
Fungsional Madya Pengantar Kerja sekaligus Ketua Tim Pasar Kerja Disnaker Kota Bandung, Ilham Mulyana mengatakan, job fair digelar di beberapa wilayah agar akses masyarakat lebih merata. “Kami berupaya menghadirkan job fair di berbagai titik di Kota Bandung agar informasi lowongan kerja lebih mudah dijangkau warga,” kata Ilham Mulyana, Rabu (17/6).
Menurutnya, pendekatan tersebut diharapkan membuat lebih banyak pencari kerja memanfaatkan kesempatan yang tersedia. Kedekatan lokasi kegiatan dengan masyarakat, dinilai menjadi faktor penting dalam memperluas penyerapan tenaga kerja.
Ilham menjelaskan, terdapat 20 perusahaan yang hadir secara langsung dalam kegiatan nanti. Selain itu, lebih dari 30 perusahaan lainnya dapat diakses secara daring melalui aplikasi New BIMMA.
“Di lokasi acara, ada 20 perusahaan yang membuka lowongan secara langsung. Sementara itu, lebih dari 30 perusahaan lainnya bisa diakses melalui platform New BIMMA secara online,” ucapnya.
Selain lowongan kerja, kegiatan juga menghadirkan layanan konsultasi ketenagakerjaan. Balai Latihan Kerja (BLK) turut memberikan informasi pelatihan sesuai kebutuhan industri. Pihaknya juga menyebut adanya peluang kerja ke luar negeri dalam kegiatan ini. Program tersebut, bekerja sama dengan institusi pendidikan sebagai sending organization.
“Selain peluang kerja dalam negeri, kami juga menyediakan informasi kerja luar negeri melalui kerja sama dengan sending organization yang mendampingi masyarakat yang ingin berkarier di luar negeri,” ujar dia.
Sementara itu, Fungsional Pertama Pengantar Kerja Disnaker Kota Bandung, Cahyadi Maulana menekankan pentingnya kesiapan pencari kerja. Profil di aplikasi New BIMMA, menjadi salah satu hal pertama yang diperhatikan perusahaan.
“Banyak pelamar yang belum mengisi profil di BIMMA secara optimal, padahal itu menjadi bahan awal pertimbangan perusahaan,” kata Cahyadi Maulana.
Dia juga mengingatkan agar pencari kerja tidak hanya hadir, tetapi mempersiapkan diri dengan baik. Hal ini dinilai dapat meningkatkan peluang untuk diterima oleh perusahaan. Perusahaan kini tidak hanya menilai kemampuan teknis. Sikap dan jejak digital di media sosial, juga ikut menjadi bahan pertimbangan dalam proses rekrutmen. “Perusahaan saat ini tidak hanya melihat kemampuan teknis, tetapi juga sikap serta aktivitas media sosial pelamar sebagai bagian dari penilaian karakter,” ucapnya. *
