Selebrasi Unik Felix Nmecha

Felix Nmecha usai mencetak gol ke gawang Curacao.

HOUSTON – Timnas Jerman tampil digdaya pada matchday pertama Piala Dunia 2026 Grup E, Senin (15/6) dini hari WIB. Pasukan Julian Nagelsmann membantai Curacao 7-1.

Felix Nmecha menjadi pembuka pesta gol Der Panzer. Kai Havert mencetak dua gol, sedangkan Nico Schlotterbeck, Joshua Kimmich, Nathaniel Brown dan Deniz Undav. Satu-satunya gol Curacao dicetak Livano Comenencia.

Khusus untuk Nmecha, ia merayakan golnya dengan gaya seperti melepaskan mahkota dari kepala ke tanah. Gestur yang menunjukkan iman dan kerendahan hati. Penyerang Borussia Dortmund itu membobol Curacao pada menit keenam.

Menukil media Jerman Welt, selebrasi Nmecha memberi isyarat pujian dan syukur kepada Yesus Kristus. Dia meletakkan mahkota sebagai simbol mengutamakan kemuliaan Tuhan di atas kejayaan pribadi.

Nmecha menegaskan makna religi selebrasi golnya dalam unggahan di medsos usai pertandingan Jerman kontra Curacao. Pemain berusia 25 tahun itu menuliskan ‘Terima kasih Yesus!’ disertai foto selebrasi meletakkan mahkota.

Aksi rendah hati kembali ditunjukkan Nmecha selepas pluit akhir pertandingan berbunyi. Pemain Jerman keturunan Nigeria itu bergabung bersama 5 penggawa Timnas Curacao untuk berdoa bersama di lapangan.

“Kami memang lawan saat pertandingan, tapi di luar itu kami sama-sama bersaudara dalam Kristus. Kemudian kami berdoa bersama untuk memanjatkan syukur. Hasilnya jelas sangat bagus untuk tim kami, tapi secara keseluruhan kami semua percaya Tuhan Yesus dimuliakan sepanjang pertandingan dan itulah sebabnya kami berdoa bersama,”  kata Nmecha.

Nagelsmann sendiri puas timnya pesta. Start apik ini jadi modal berharga untuk Nationalelf. “Butuh beberapa menit bagi kami untuk kembali ke permainan setelah mereka menyamakan kedudukan. Curaçao juga bisa bermain sepak bola, seperti yang kita lihat, dan saya penasaran untuk melihat bagaimana performa mereka di grup selanjutnya. Saya sangat puas dengan tujuh gol yang kami cetak dan performa kami secara keseluruhan. Awal yang baik selalu penting dan kami senang bisa melakukannya,” ujar Nagelsmann dikutip dari situs FIFA.

Sementara pelatih Timnas CuracaoDick Advocaat, meminta para pemainnya tidak larut dalam kekecewaan. Menurutnya, Curacao masih memiliki peluang untuk menciptakan kejutan pada pertandingan berikutnya.

Kekalahan tersebut menjadi pengalaman pahit dalam debut Curacao di putaran final Piala Dunia. Meski demikian, Advocaat menegaskan timnya tetap harus menikmati kesempatan tampil di ajang sepak bola terbesar di dunia.

“Kami harus menjadikan ini sebagai turnamen yang indah. Kami bisa membuat kejutan pada pertandingan kedua dan ketiga. Pada akhirnya kami akan senang karena menjadi bagian dari turnamen sepak bola terbesar di dunia,” kata Advocaat dikutip dari NST.

Meski kalah besar, pelatih berusia 78 tahun itu menegaskan hasil tersebut bukan sesuatu yang memalukan bagi para pemainnya. “Para pemain tahu bahwa jika mereka kalah, mereka tidak boleh terlalu terpuruk. Ini bukan sebuah aib,” tuturnya.

Di laga lain grup ini Pantai Gading sukses mengalahkan Ekuador 1-0, dalam laga yang berlangsung di Philadelphia Stadium, Senin (15/6) pagi WIB. Gol Amad Diallo pastikan tiga angka untuk Tim Gajah Afrika.

Dengan hasil ini, Jerman menduduki klasemen Grup E dengan tiga poin. Walau memiliki poin yang sama, Pantai Gading harus puas berada di posisi kedua karena kalah dalam produktivitas gol. Sementara itu, Ekuador tertahan di peringkat ketiga, disusul Curacao yang menjadi juru kunci klasemen sementara.

Selanjutnya  Jerman akan berhadapan dengan Pantai Gading pada Minggu (21/6) pukul 03.00 WIB dan Ekuador melawan Curacao, di hari yang sama pada pukul 07.00 WIB.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *