Cristiano Ronaldo, Pemain Timnas Portugal.
TEXAS – Portugal memulai kiprah di Piala Dunia 2026 dengan melawan Kongo. Laga Grup K itu berlangsung di Stadion Houston, AS, Kamis (18/6) pukul 00.00 WIB. Portugal patut mewaspadai Kongo.
Portugal sejatinya diunggulkan. Mereka memiliki skuad yang cukup komplet. Produktivitas Selecao pun tengah bagus. Mereka mengoleksi 20 gol dalam 6 laga kualifikasi zona Eropa.
Dalam partai uji coba jelang ajang ini, skuad besutan Roberto Martinez juga tak pernah kalah dengan hasil imbang tanpa gol kontra Meksiko, disusul kemenangan beruntun lawan AS (2-0), Chile (2-1) dan Nigeria (2-1).
Sementara itu, RD Kongo membawa misi besar untuk menandai comeback mereka ke Piala Dunia. Sudah 52 tahun The Leopards absen sejak penampilan terakhir pada Piala Dunia 1974 dengan nama Zaire. Kali ini Kongo susah payah lolos via jalur play-off antarbenua, usai mengalahkan Jamaika 1-0 lewat babak perpanjangan waktu. The Leopards unggul berkat gol tunggal dari eks bek Manchester United Axel Tuanzebe.
Portugal kembali menjamu tim dari Afrika di laga pertama Piala Dunia 2026. Sebelumnya, Selecao memulai kampanye Piala Dunia 2022 dengan kemenangan tipis 3-2 atas Ghana.
Martinez punya banyak opsi di hampir setiap lini. Cristiano Ronaldo masih dipakai kendati sudah memasuki usia 41 tahun. Kapten Portugal itu memegang rekor caps internasional terbanyak dengan 227 penampilan dan koleksi 143 gol untuk negaranya.
Di belakang Ronaldo, gelandang Portugal terbilang elite karena diisi Bruno Fernandes (Man United), Bernardo Silva (Man City), dan Vitinha (PSG). Ketiganya jadi motor permainan sekaligus sumber kreativitas utama dalam skema menyerang Martinez.
“Kami memiliki generasi emas, tetapi ada faktor-faktor yang tidak bisa kami kendalikan. Saya yakin generasi ini bisa membuat rakyat Portugal gembira,” ujar Ronaldo, dikutip dari ESPN.
Martínez sendiri menghargai kualitas serangan Congo dan menganggap mereka sebagai lawan pembuka yang sangat berbahaya. “Kami tidak mau meremehkan siapa pun, termasuk Kongo. Mereka meruapakan lawan yang kuat. Mereka tampil di Piala Dunia dengan perjuangan yang luar biasa. Jadi salah jika kami meremehkan mereka,” kata Martínez di situs asosiasi sepak bola Portugal.
Sementara di sisi Kongo, tim asuhan Sebastien Desabre dikenal disiplin dalam bertahan. Lini pertahanan mereka dipimpin Chancel Mbemba (Lille) dan dibantu Aaron Wan-Bissaka (West Ham) di sektor kanan. Sementara di lini depan, ada penyerang Newcastle United Yoane Wissa dan Cedric Bakambu (Real Betis) yang siap mengancam lewat kecepatan serangan balik.
Secara kualitas dan pengalaman di level internasional, Portugal memang lebih diunggulkan. Namun, disiplin bertahan RD Kongo berpotensi bikin laga lebih alot dari yang diprediksi.
Kongo cukup solid meski tidak terlalu produktif. Mereka hanya bobol tiga gol dalam lima laga terakhir, termasuk menahan Denmark tanpa gol dalam uji coba, sebelum kalah tipis 1-2 dari Chile.
Noah Sadiki, punya ambisi untuk bersinar di panggung besar. Bintang Sunderland berusia 21 tahun itu disebut-sebut sebagai masa depan RD Kongo. “Dalam dua atau tiga tahun, saya pikir dia akan jadi salah satu pemain terbaik di posisinya di Liga Inggris,” tutur Desabre kepada Africa Foot.
Terkait laga melawan Portugal, Desabre meminta timnya untuk fokus sepanjang laga. “Kami harus fokus, seperti yang sering kami lakukan dalam beradaptasi. Itulah yang kami lakukan. Portugal sangat kuat dengan skuad yang mumpuni. Hal itu membuat kami termotivasi untuk memberikan yang terbaik,” kata Desabre, dilansir dari Reuters.
Sadiki mengaku termotivasi bertanding melawan Portugal. Ia meinta rekan-rekannya tampil dengan percaya diri. “Laga melawan Portugal tentu tidak mudah. Yang bisa kami lakukan adalah tampil penuh percaya diri dan fokus sepanjang pertandingan,” tuturnya.
Laga lain di Grup K adalah Uzbekistan melawan Kolombia yang berlangdung di di Stadion Estadio Azteca, Kota Mexico City, Kamis (18/6) pukul 02.00 WIB.***
