RUPST TPMA Setujui Bagikan Dividen Rp146,45 Miliar

Direksi dan komisaris TPMA berfoto bersama.

JAKARTA (LB)—RUPST (Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan) PT Trans Power Marine Tbk (TPMA) menyetujui membagikan dividen tunai final sebesar Rp146,45 miliar atau setara dengan Rp42 per saham.

          Selain pembagian dividen, TPMA juga menyisihkan dana sebesar USD50 ribu atau setara Rp865,4 juta sebagai cadangan wajib.

RUPST juga memberikan kuasa kepada direksi untuk menentukan jadwal, serta tata cara pembagian dividen tunai, termasuk pelaksanaan tindakan administratif yang diperlukan.

Untuk sisa laba bersih perseroan sebesar USD9,33 juta ditetapkan sebagai laba ditahan yang akan digunakan untuk kebutuhan modal kerja perusahaan.

Dalam keputusan RUPST itu, konversi nilai dolar AS ke rupiah menggunakan kurs tengah Bank Indonesia sebesar Rp17.308/USD pada 24 April 2026.

RUPST juga menyetujui pengangkatan Patricia Pratiwi Suwati Prasatya sebagai Wakil Direktur Utama TPMA.

“Perseroan senantiasa berkomitmen untuk memberikan nilai tambah yang optimal bagi seluruh pemegang saham,” kata Direktur TPMA Rudy Sutiono usai pelaksanaan RUPST di Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Untuk Tahun Buku 2026, TPMA dan entitas anak yang terkonsolidasi dalam laporan keuangan direncanakan akan menerima tujuh unit kapal tunda dan sembilan unit tongkang yang telah dipesan pada tahun sebelumnya, dengan total nilai belanja modal (capex) diperkirakan USD26 juta.

Penerimaan armada ini merupakan bagian dari program peremajaan armada yang diharapkan dapat memberikan nilai tambah secara berkelanjutan bagi perseroan secara keseluruhan.

Melalui paparan public, Perseroan menyampaikan bahwa tahun 2025 merupakan tahun yang penuh tantangan, perekonomian global masih dibayangi perang dagang AS-Tiongkok yang memberikan tekanan terhadap pertumbuhan ekonomi dunia.

Perlambatan di berbagai sektor industri mendorong normalisasi sisi suplai dan permintaan dari berbagai komoditas.

Di tengah kondisi tersebut, Indonesia tetap menjalankan kebijakan hilirisasi nikel yang turut memperkuat ketahanan industri domestik.

Dengan berbagai tantangan yang ada, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih mampu mencapai 5,11 persen pada 2025.

Manajemen TPMA (ki-ka) Aman Suaedi (direktur), Daniel Wardojo (wakil direktur utama), Hongisisilia (komisaris independen), Ronny Kurniawan (direktur utama), dan Rudy Sutiono saat RUPST.

Sektor batubara domestik tetap memainkan peran penting dalam pemenuhan kebutuhan pembangkit listrik dalam negeri, baik untuk keperluan industri maupun kebutuhan listrik primer rumah tangga.

Selain itu, batubara Indonesia juga masih memiliki peran signifikan bagi pembangkit listrik di berbagai kawasan Asia, sehingga ekspor tetap menjadi salah satu pilar penting industri ini.

Kementerian ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) telah melaporkan realisasi produksi batubara nasional sebanyak 790 juta ton pada 2025 atau lebih rendah dibandingkan realisasi di 2024 yang sebanyak 835 juta ton.

Namun, volume produksi ini tetap memberikan dukungan kuat bagi industri pelayaran nasional sebagai salah satu mata rantai penting dalam rantai pasok industri batubara.

Sepanjang 2025, TPMA membukukan pendapatan USD113,4 juta atau menurun 5 persen (year-on-year), seiring dengan penurunan volume produksi batubara nasional dan harga batubara acuan (HBA).

Perseroan melakukan penyesuaian tarif angkutan guna menjaga keberlangsungan industri batubara secara keseluruhan. Penyesuaian ini berdampak pada margin TPMA, dengan laba bruto USD32,4 juta atau menurun 24 persen (y-o-y).

TPMA dan entitas anak yang terkonsolidasi dalam laporan keuangan menerima 13 unit kapal tunda, 14 unit tongkang dan satu unit floating crane yang dipesan dari beberapa tahun sebelumnya sebagai bagian dari strategi pertumbuhan berkelanjutan.

Secara keseluruhan, laba bersih tahun berjalan TPMA di 2025 sebesar USD20 juta atau merosot 32 persen (y-o-y). Dari jumlah ini, laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk adalah sebesar USD17,9 juta, dan kepada kepentingan non-pengendali sebesar USD2,1 juta. **

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *