Laga Manchester City melawan Crystal Palace.
MANCHESTER – Manchester City terus menjaga jarak dengan Arsenal di klasemen Liga Inggris. Kendati begitu, Pep Guardiola sadar nasib The Citizens juara ada di tangan The Gunners.
Dalam lanjutan Liga Inggris, Man City menang 3-0 atas Crystal Palace pada laga di Etihad Stadium, Kamis (14/5) dini hari WIB. Man City menang berkat gol dari Antoine Semeny, Omar Marmoush dan Savinho.
Dengan kemenangan ini, Man City kini masih di posisi kedua klasemen Liga Inggris. Man City mengumpulkan 77 poin, berjarak dua angka dari Arsenal di posisi teratas.
Guardiola mengatakan, Man City akan terus mencoba meraih kemenangan sampai pertandingan terakhir. Tapi, fokus Man City terpecah karena akan menjalani final Piala FA melawan Chelsea. Pertandingan itu berlangsung di Stadion Wembley, Sabtu (16/5) malam WIB
“Tentu saja kami ingin membawa peluang (untuk menang) hingga pertandingan terakhir. Sayangnya, hal itu tidak berada di tangan kami, karena banyak sekali alasan. Kelompok pemain ini luar biasa. Musim ini, kegembiraan yang kami rasakan setiap hari bersama mereka sangatlah besar, dan sekarang kami berada di final lainnya,” kata Guardiola seperti dikabarkan oleh Sky Sports.
Dua laga sisa wajib dimenangkan City. “Bournemouth dan Aston Villa bukanlah lawan yang mudah dikalahkan. Bournemouth sedang berjuang untuk kompetisi Eropa, mereka luar biasa dan saya tidak tahu kapan terakhir kali mereka kalah, tetapi sekarang kami beristirahat sejenak dan final FA Cup layak mendapatkan semua perhatian dan pujian. Untuk memenangkan pertandingan dan meraih gelar juara, Anda harus tampil jauh, jauh, jauh lebih baik. Dalam situasi tertentu Anda tidak akan bisa melakukannya, sesederhana itu,” tuturnya.
Gelandang City Phil Foden memastikan timnya tidak akan menyerah begitu saja dalam memburu gelar juara Premier League. Ia percaya apa pun bisa terjadi sampai pekan terakhir.
“Pada akhirnya ini adalah permainan tim, kalau Ada ingin juara dan meraih trofi, skuad harus penuh dan setiap orang memainkan perannya. Targetnya adalah terus berusaha dan membuat mereka waspada. Kami sudah melihat banyak hal bisa terjadi di hari terakhir. Saya sudah mengalaminya berkali-kali ketika pertandingan tidak berjalan sesuai keinginan. Kami hanya harus terus berusaha dan menjalankan bagian kami,” ujar Foden kepada Sky Sports.
Sementara manajer Crystal Palace Oliver Glasner, bersikap realistis menanggapi kekalahan timnya. Glasner mengakui skuad asuhannya tidak mampu menunjukkan performa standar tinggi yang dibutuhkan untuk mencuri poin dari sang juara bertahan.
“Saya rasa kami harus menerima hasil ini, City jauh lebih baik daripada kami. Jika Anda ingin mendapatkan satu poin atau mungkin lebih di Etihad, Anda harus memberikan performa papan atas,” ujarnya.
Ia mengatakan, ada sedikit peningkatan di paruh kedua, namun hal itu tidak cukup untuk mengubah keadaan. “Babak kedua sedikit lebih baik. Kami memiliki beberapa momen untuk kembali bangkit. Tapi hari ini kami tidak berada di level terbaik kami dan itulah mengapa kami kalah,” urainya.
Glasner menyoroti lambatnya pergerakan bola sebagai titik lemah utama timnya. Menurutnya, Palace tidak benar-benar mematuhi rencana permainan saat menguasai bola, kecuali pada momen gol yang dianulir tersebut. “Saya pikir dalam penguasaan bola kami menggerakkan bola terlalu lambat. Kami tidak benar-benar mematuhi rencana dalam penguasaan bola. Kami melakukannya sekali dan itu adalah gol offside tersebut,” jelas Glasner.***
