Hadirkan Mesin Jahit Berteknologi AI, Hikari Dukung Peningkatan Kualitas Produk Garmen di Indonesia

Direktur Hikari Wu Liang Jie dan Marketing General Manager Brothersindo Pratama Tanada menjelaskan cara kerja mesin jahit berteknologi AI.

JAKARTA (LB)–Mesin jahit berteknologi artificial intelligence atau kecerdasan buatan, diluncurkan Hikari (Shanghai) Precise Machinery Science & Technology Co., Ltd untuk mendukung peningkatan kualitas produk garmen di Indonesia.

Perusahaan industri global yang memproduksi mesin jahit pintar tersebut, berkomitmen membangun teknologi kecerdasan buatan dan menerapkannya dalam aktivitas produksi garmen.

          Solusi AI, dinilai mampu menghasilkan berbagai produk ‘premium sekaligus terjangkau’, serta menghemat biaya teknis untuk mentransformasi mesin jahit konvensional.

          Indonesia menjadi salah satu negara prioritas, sekaligus tempat peluncuran perdana mesin jahit berteknologi AI karena industri garmen di Indonesia tumbuh secara positif dalam beberapa tahun terakhir.

Guna mendukung peningkatan kualitas produk garmen di Indonesia, Hikari (shanghai) luncurkan mesin jahit berteknologi artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.

          Mesin jahit berteknologi artificial intelligence atau kecerdasan buatan, diluncurkan Hikari (Shanghai) Precise Machinery Science & Technology Co., Ltd untuk mendukung peningkatan kualitas produk garmen di Indonesia.

          Perusahaan industri global yang memproduksi mesin jahit pintar tersebut, berkomitmen membangun teknologi kecerdasan buatan dan menerapkannya dalam aktivitas produksi garmen.

          Pertama kali di luncurkan di Semarang. Mesin Jahit dengan teknologi AI ini juga bisa di lihat di pameran Indo Intertex 2026 yang berlangsung dari 15 April sampai 18 April 2026 di Hall D2 Jiexpo Kemayoran Jakarta.

          Direktur Hikari, Wu Liang Jie menyatakan bahwa peluncuran produk mesin jahit “ber-AI” dari Hikari (Shanghai) Precise Machinery Science & Technology Co., Ltd. itu tak lain bertujuan mendukung peningkatan kualitas produk garment di Indonesia.

          Solusi AI, dinilai mampu menghasilkan berbagai produk ‘premium sekaligus terjangkau’, serta menghemat biaya teknis untuk mentransformasi mesin jahit konvensional.

          Sebagai perusahaan industri global yang memproduksi mesin jahit pintar tersebut, lanjut Wu Liang Jie, Hikari berkomitmen membangun teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sekaligus menerapkannya dalam aktivitas produksi garmen.

          “Ini Adalah peluncuran perdana mesin jahit berteknologi AI. Produk ini memberikan apa yang dibutuhkan garmen. Dalam produk ini dikontrol oleh kecerdasan buatan, yang menghasilkan produk yang jauh lebih bagus,” ujar Wu Liang Jie, ditemui di booth Hikari, Hall D2 Jiexpo Kemayoran Jakarta, Kamis (16/4/2026).

“Solusi AI, dinilai mampu menghasilkan berbagai produk ‘premium sekaligus terjangkau’, serta menghemat biaya teknis untuk mentransformasi mesin jahit konvensional,” lanjutnya.

          Hikari sendiri telah melakukan ekspansi mesin jahit AI tersebut di sejumlah negara, termasuk Indonesia.

          Adapun alasan Indonesia menjadi salah satu negara prioritas sekaligus tempat peluncuran perdana mesin jahit berteknologi AI, karena industri garmen di Tanah Air tumbuh secara positif dalam beberapa tahun terakhir.

          Sementara itu, Pratama Tanada, Marketing General Manager PT. Brothersindo Saudara Sejati mengatakan, mesin jahit berbasis AI ini bekerja secara cerdas, sistemnya mampu mendeteksi kesalahan jahitan secara otomatis dan menyesuaikan pengaturan sesuai dengan jenis kain yang di pakai.

“Hasilnya jahitan bisa lebih rapi, lebih presisi dan konsisten. Langkah ini sekaligus memperkuat daya saing produk garmen di Indonesia baik di pasar nasional maupun international,” pungkasnya. **

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *