Aset Bank Sampoerna pada 2025 Rp18,2 T

JAKARTA – PT Bank Sahabat Sampoerna (Bank Sampoerna) mencatat total aset sepanjang tahun 2025 mencapai Rp18,2 triliun atau tumbuh sebesar 2,69 persen (year on year/yoy) dibandingkan tahun sebelumnya.

Pertumbuhan ini diiringi dengan penguatan di sisi permodalan dengan capital adequacy ratio (CAR) berada di level 29,72 persen. Menurut perseroan, hal ini mencerminkan kesiapan modal untuk pertumbuhan secara berkelanjutan.

Direktur Finance & Business Planning Bank Sampoerna Henky Suryaputra menyampaikan bahwa perseroan berkomitmen untuk terus memberikan dukungan, baik melalui pembiayaan maupun pendampingan, serta berkolaborasi dengan mitra-mitra strategis guna mendorong pertumbuhan UMKM yang berkelanjutan.

“Komitmen ini tercermin dari komposisi penyaluran kredit UMKM yang mencapai 57,16 persen dari total kredit yang disalurkan per Desember 2025,” kata Henky dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (14/4).

Ia menjelaskan, UMKM mengemban peran strategis dalam keseluruhan ekonomi nasional. Apabila terjadi perlambatan ekonomi yang menggerus pelaku UMKM, dampaknya akan terasa secara menyeluruh.

Oleh karena itu, ujar Henky, Bank Sampoerna terus berupaya untuk memberikan dukungan melalui penyaluran kredit yang berkelanjutan pada sektor UMKM.

“Situasi ini tentu tidak mudah, terutama di tengah kondisi global dan domestik yang masih dipenuhi tantangan serta perlambatan permintaan di dalam negeri yang tercermin dari moderasi konsumsi rumah tangga dan pertumbuhan kredit yang lebih terbatas, khususnya pada sektor UMKM,” kata dia.

Perseroan menyampaikan, pihaknya senantiasa menitikberatkan penyaluran kredit yang berkualitas dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.

Pada akhir tahun 2025, rasio non-performing loan (NPL) gross dan NPL net Bank Sampoerna masing-masing sebesar 3,79 persen dan 2,28 persen, lebih baik dari posisi akhir 2024.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *