Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, Dr. (H.C.) Irwan Hidayat.
JAKARTA (LB)- Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, Dr. (H.C.) Irwan Hidayat, menggaungkan gerakan investasi saham kepada masyarakat Indonesia.
Hal tersebut disampaikan, karena Ia menilai jumlah pemain saham di Indonesia masih sangat kecil dibandingkan potensi ekonomi nasional, padahal keuntungan bermain saham bisa jauh lebih besar dibandingkan menyimpan uang di bank.
Irwan mengungkapkan, saat ini jumlah investor saham di Indonesia baru sekitar 21 juta orang. Angka tersebut masih sangat kecil jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai lebih dari 270 juta jiwa.
“Pemain saham di Indonesia baru sekitar 21 juta orang. Itu masih kecil sekali. Padahal kalau mau sukses, marketnya harus besar. Makanya saya sekarang kampanye supaya masyarakat mulai berinvestasi di saham,” kata Irwan kepada wartawan, Kamis (12/3) lalu.
Menurutnya, banyak masyarakat yang masih ragu bermain saham karena takut rugi atau memiliki pengalaman buruk di masa lalu. Padahal, kata Irwan, jika memilih perusahaan yang sehat dan memiliki reputasi baik, investasi saham justru bisa memberikan keuntungan besar.
Keuntungan Jauh di Atas Deposito
Irwan menilai masyarakat sering memilih menyimpan uang di bank atau bahkan menaruh uang tunai di rumah. Padahal langkah tersebut dinilai tidak produktif karena uang tidak berkembang.
Ia menyebutkan bunga bank rata-rata hanya sekitar 2-4 persen. Sebaliknya, keuntungan bermain saham bisa jauh lebih besar jika investor memilih perusahaan yang tepat.
“Kalau saham itu bisa 40 persen. Minimal 15 sampai 20 persen bisa. Yang penting cari perusahaan yang jujur dan sehat,” ujarnya.
Irwan mencontohkan perusahaan-perusahaan besar yang memiliki reputasi baik dan konsisten mencetak keuntungan. Saham perusahaan semacam itu, menurutnya, layak menjadi pilihan investor pemula yang ingin mulai berinvestasi.
Ia juga mengingatkan pentingnya memahami indikator dasar seperti price earning ratio (PER) sebelum membeli saham agar investasi lebih terukur.
Banyak Uang Menganggur di Masyarakat
Irwan menilai masih banyak masyarakat Indonesia yang menyimpan uang dalam bentuk tidak produktif. Ia bahkan menemukan kasus seseorang yang menyimpan puluhan juta rupiah di lemari karena khawatir biaya administrasi bank.
“Ada yang simpan uang di lemari puluhan juta. Ada juga yang uangnya dititipkan ke keluarga. Itu menurut saya tidak produktif,” kata Irwan.
Ia juga menyinggung kebiasaan sebagian masyarakat yang berinvestasi dalam usaha kecil tanpa perhitungan ekonomi yang matang. Menurut Irwan, pola pikir seperti itu membuat masyarakat sulit berkembang secara finansial.
Irwan menegaskan, peningkatan jumlah investor saham domestik sangat penting bagi kekuatan ekonomi nasional. Jika semakin banyak masyarakat berinvestasi di pasar saham, Indonesia tidak akan terlalu bergantung pada investor asing.
“Kalau investor dalam negeri kuat, kita tidak terlalu tergantung pada investor asing yang punya dana besar,” ujarnya.
Ia mencontohkan negara seperti Amerika Serikat, di mana sebagian besar masyarakatnya aktif berinvestasi di pasar saham. Kondisi tersebut membuat pasar modal mereka kuat dan stabil.
Irwan pun mengajak masyarakat mulai belajar investasi saham dengan memilih perusahaan yang memiliki reputasi baik dan konsisten menghasilkan keuntungan.
“Jangan biarkan uang menganggur. Cari perusahaan yang reputasinya sudah terbukti bertahun-tahun untung, lalu berinvestasilah di saham,” pungkas Irwan. bam
