Foto: Kemenperin.
JAKARTA – Kementerian Perindustrian (Kemenperin)melalui Direktorat Jenderal lndustri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) terus melakukan peningkatan daya saing pelaku industri kecil dan menengah sektor kerajinan dan home decor melalui pembukaan akses pasar internasional.
Salah satunya yaitu dengan kembali memfasilitasi Industri Kecil Menengah (IKM) berpartisipasi dalam pameran dagang bertaraf intemasional agar jaringan bisnis dan peluang ekspor IKM semakin luas dan meningkat.
“Akses pameran internasional menjadi kesempatan besar dan ajang pembuktian bagi IKM dan juga lndonesia di dunia internasional bahwa produknya sejajar dan bahkan mampu bersaing dengan produk luar negeri lainnya,” ucap Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, dikutip dari laman Kemenperin, Rabu, Selasa (12/3).
Agus menjelaskan, partisipasi IKM dalam pameran internasional tidak hanya membuka peluang pertemuan dengan buyer, tetapi juga mampu menghasilkan kerja sama bisnis yang berkelanjutan.
Sebagai contoh, calon pembeli potensial dari Eropa, yang kerap memiliki banyak pertimbangan dan persyaratan ketat sebelum melakukan transaksi, tentu akan sangat memanfaatkan pameran intemasional untuk menyeleksi produk incaran.
“Mereka tidak hanya memperhatikan kualitas produk, tapi juga menimbang asal usul bahan baku, dan bahkan juga tanggung jawab sosial produsen terhadap para perajin. Jadi, kalau akhimya bisa sampai deal dengan mereka, berarti reputasi IKM kita dianggap sangat baik, nama lndonesia pun ikut harum di pasar internasional,” jelas Agus.
Salah satu kisah sukses IKM yang berhasil meraup penjualan ekspor dari hasil fasilitasi pameran internasional yang disediakan Ditjen IKMA Kemenperin, yaitu PT lndo Risakti dari Bantul, Yogyakarta. IKM dengan produk kerajinan dan dekorasi rumah ini mampu menembus pasar ekspor ke berbagai negara dengan cukup gemilang.
Pada 10 Maret 2026, Direktur Jenderal lndustri Kecil, Menengah dan Aneka, Reni Yanita turut hadir dalam acara Pelepasan Ekspor Produk PT lndo Risakti ke Amerika Serikat, Korea Selatan, Perancis, dan lnggris dengan total nilai mencapai USD 108 ribu atau setara sekitar Rp 1,83 miliar sepanjang Januari hingga April 2026.
“lni membuktikan bahwa produk kerajinan lndonesia betul-betul berkualitas dan berdaya saing kuat di pasar global, sehingga buyer yakin untuk melakukan pembelian ulang (repeat order) dan juga memengaruhi kepercayaan kepada potential buyer lainnya,” kata Reni.
Sebelumnya Ditjen IKMA memfasilitasi 10 IKM kerajinan dan home decor untuk mempromosikan produknya kepada buyer internasional pada ajang Pameran Ambiente di Frankfurt, Jerman pada tahun 2025.
PT lndo Risakti merupakan salah satu IKM peserta yang difasilitasi Ditjen IKMA pada ajang tersebut, dan berhasil menunjukkan penjualan positif pascapameran. “Artinya, IKM yang difasilitasi ini betul-betul memanfaatkan kesempatan pameran dengan sebaik-baiknya, dan memenuhi berbagai kriteria ekspor di tengah persaingan pasar global yang ketat,” ucap Reni.***
