JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat tipis pada perdagangan Jumat (27/2) sore, di tengah pelaku pasar bersikap wait and see terhadap data-data ekonomi domestik maupun mancanegara pada pekan depan.
IHSG ditutup menguat 0,23 poin atau 0,00 persen ke posisi 8.235,49. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 3,53 poin atau 0,42 persen ke posisi 834,36.
Sepanjang Jumat, IHSG dibuka melemah, bergerak di teritori negatif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG mampu bergerak ke zona hijau menjelang penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tujuh sektor menguat dimana sektor industri paling tinggi yaitu 4,41 persen, diikuti sektor barang konsumen non primer dan sektor barang baku yang naik masing-masing 3,42 persen dan 1,84 persen.
Sedangkan empat sektor terkoreksi yaitu sektor keuangan turun paling dala minus sebesar 0,71 persen, diikuti oleh sektor infrastruktur dan sektor transportasi & logistik yang turun masing-masing 0,42 persen dan 0,31 persen.
Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu BNBR, MSIN, WMUU, DNAR, dan GRPH. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar yakni JAYA, BIPP, KOTA, MSKY, DIVA.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.526.942 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 47,64 miliar lembar saham senilai Rp38,24 triliun. Sebanyak 341 saham naik, 315 saham menurun, dan 163 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia antara lain indeks Nikkei menguat 213,61 poin atau 0,36 persen ke 58.967,00, indeks Hang Seng menguat 249,52 poin atau 0,95 persen ke 26.630,54, indeks Shanghai menguat 16,25 poin atau 0,39 persen ke 4.162,88, sedangkan indeks Strait Times menguat 30,69 poin atau 0,62 persen ke 4.995,07.***
