IKM Komponen Otomotif Mampu Pasok Kebutuhan Kendaraan Niaga Dalam Negeri 

Foto: Kemenperin.

JAKARTA – Pemerintah terus memacu pengembangan industri otomotif nasional pada segmen pasar kendaraan komersial termasuk pick-up. Rantai pasok industri otomotif nasional erat kaitannya dengan pelaku industri komponen otomotif skala kecil dan menengah.

Kementerian Perindustrian konsisten untuk terus melakukan berbagai program dan kegiatan pembinaan dan pendampingan kepada pelaku industri kecil dan menengah (IKM) komponen otomotif untuk dapat masuk ke dalam rantai pasok industri kendaraan bermotor.

Upaya yang dilakukan diantaranya adalah Fasilitasi Restrukturisasi Mesin dan Peralatan, Pendampingan dan Sertifikasi ISO 9001, Implementasi Industri 4.0, Pendampingan Penerapan Lean Manufacturing, Sosialisasi ISO 14001 dan IATF, hingga Fasilitasi Link and Match dengan Industri Besar.

Kemenperin melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) juga berkolaborasi dengan berbagai stakeholder pengembangan IKM komponen otomotif, salah satunya bersama Asosiasi Perkumpulan Industri Kecil dan Menengah Komponen Otomotif (PIKKO).

PIKKO merupakan asosiasi IKM manufaktur komponen otomotif yang dibina Ditjen IKMA Kemenperin. Berdiri sejak 13 tahun yang lalu dan beranggotakan sebanyak 110 IKM yang memproduksi komponen otomotif berbahan dasar metal, plastic rubber dan nonwoven insulation, karpet serta mould and dies yang merupakan tier 2 dan 3 industri otomotif nasional. PIKKO juga menjadi bagian ekosistem dari OEM dan tier 1 untuk kendaraan roda dua dan roda empat atau lebih.

Salah satu bentuk sinergi Kemenperin dan PIKKO adalah peluncuran Alat Mekanis Multiguna Perdesaan (AMMDes) pada tahun 2018 di acara GIIAS yang dibuat oleh anak perusahaan PT Astra Otoparts Tbk, yaitu PT Velasto Indonesia yang saat ini menjadi PT Kreasi Mandiri Wintor Indonesia, yang dalam produksinya melibatkan IKM komponen otomotif binaan Ditjen IKMA (PIKKO dan IKM Tegal). 

Pengembangan AMMDes yang merupakan jenis kendaraan niaga, memberikan pengalaman dan membuktikan kemampuan pelaku IKM dalam mengembangkan jenis kendaraan tersebut. Pengembangan industri kendaraan niaga nasional menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam meningkatkan kemandirian industri, memperkuat struktur manufaktur nasional, serta menciptakan nilai tambah ekonomi dan penyerapan tenaga kerja di dalam negeri.

Kemenperin secara proaktif juga meningkatkan pengembangan industri kendaraan niaga nasional melalui berbagai langkah strategis, termasuk peningkatan penggunaan komponen dalam negeri, penguatan struktur rantai pasok industri otomotif, pengembangan industri komponen, serta peningkatan investasi dan penguasaan teknologi manufaktur kendaraan.

Dengan pendampingan dan fasilitasi yang telah diberikan, diharapkan pelaku IKM komponen otomotif lokal termasuk yang tergabung dalam PIKKO, dapat berpartisipasi dalam pemenuhan kebutuhan kendaraan niaga dalam negeri, baik dari sektor sektor perorangan, swasta hingga pemerintah.

Ketua PIKKO, Rosalina Faried dalam keterangan tertulisnya menyampaikan bahwa pihaknya memahami bahwa kebutuhan ini sangat mendesak, tetapi pengadaannya agar tetap mengutamakan penggunaan produksi dalam negeri, mengingat kemampuan industri otomotif dan komponen otomotif dalam negeri sudah sangat mumpuni untuk memenuhi kebutuhan tersebut.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *