JAKARTA – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) terus memperkuat bisnis kustodian guna mengoptimalkan potensi ekosistem syariah di pasar modal yang belum tergarap maksimal.
Per Desember 2025, perseroan dipercaya mengelola asset under custody (AUC) mencapai lebih dari Rp128 triliun, tumbuh 12,88% (YoY). Jumlah nasabah ritel pun menunjukkan peningkatan, dengan total lebih dari 64 ribu rekening kustodian dan melesat tumbuh 73% (YoY).
Atas kinerja positif tersebut, BSI meraih apresiasi internasional dan meraih The Best Islamic Custodian Bank pada ajang 19th Annual Transaction Banking Awards 2025 yang diselenggarakan oleh Alpha Southeast Asia di Singapura beberapa waktu lalu. Penghargaan ini menjadi pencapaian tiga tahun beruntun bagi BSI serta menunjukkan upaya BSI dalam menjaga standar tata kelola, profesionalisme, dan keunggulan layanan.
Capaian ini juga menegaskan posisi BSI sebagai pemimpin pasar dalam layanan kustodian syariah, serta mencerminkan kualitas layanan, kredibilitas, dan kepercayaan dari para pemangku kepentingan di industri pasar modal syariah.
“Bank Kustodian BSI merupakan Bank Kustodian Syariah terbesar di Indonesia, sebuah posisi strategis yang memberikan nilai tambah dalam pengembangan ekosistem keuangan syariah nasional. Kami akan terus mendorong bisnis ini meraih kinerja positif dan tumbuh berkelanjutan. BSI adalah bank syariah pertama yang terdaftar sebagai bank kustodian. Optimisme tersebut didukung oleh pangsa pasar Islamic ecosystem yang potensinya masih cukup besar untuk dioptimalkan,” ujar Direktur Treasury & International Banking, BSI Firman Nugraha dalam keterangannya, Senin (16/2).
Firman menegaskan rasa optimis bahwa peluang kustodian sangat besar, apalagi Indonesia memiliki potensi Islamic Ecosystem luas dan harus digarap massif. Dalam hal ini, BSI berperan menghadirkan one stop solution melalui berbagai layanan capital market berbasis syariah diantaranya safekeeping,fund services,wali amanat dan keagenan.
BSI Resmi Naik Kelas Jadi Persero, Perkuat Pembiayaan Konsumer-Ritel
Melalui layanan tersebut, BSI mendukung kelancaran penyelesaian transaksi di pasar modal syariah sekaligus memberdayakan nasabah dalam mengoptimalkan peluang bisnis dan meningkatkan efisiensi pengelolaan investasi.
Keandalan operasional Bank Kustodian BSI pun didukung oleh tim profesional dengan pengalaman lebih dari 10 tahun di industri pasar modal. Kompetensi tersebut diperkuat oleh sistem kustodian yang andal dan terintegrasi, memastikan keamanan serta efisiensi dalam setiap aktivitas bisnis.
Ke depan, Bank Kustodian BSI terus mendorong ekspansi bisnis dengan menghadirkan fitur dan layanan kustodian yang semakin inovatif dan sesuai dengan kebutuhan pasar yang berkembang. BSI juga siap untuk berpartisipasi dalam ekosistem bisnis emas, khususnya dalam administrasi Gold Exchange-Traded Fund (Gold ETF), sebagai bagian dari penguatan instrumen investasi syariah di pasar modal.***
