Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.
JAKARTA – Dalam rangka mendukung visi pembangunan nasional Asta Cita, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat daya saing industri nasional agar mampu menjawab tantangan dan dinamika global. Salah satu strategi utama yang dijalankan adalah penyiapan sumber daya manusia (SDM) industri yang kompeten, adaptif, dan berdaya saing global.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, penguatan SDM industri merupakan kunci utama dalam mendorong pertumbuhan industri nasional yang berkelanjutan. Oleh karena itu, Kemenperin secara konsisten menyelenggarakan pendidikan vokasi industri yang selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.
“Ketersediaan SDM industri yang kompeten menjadi salah satu penggerak utama dalam meningkatkan daya saing industri nasional,” ujar Agus dalam keterangan tertulis di Jakarta, dikutip dari laman Kemenperin, Minggu (1/2).
Sepanjang tahun 2025, Kemenperin berhasil meluluskan sebanyak 5.386 siswa dan mahasiswa dari 22 unit pendidikan vokasi di bawah naungan Kemenperin. Para lulusan tersebut dibekali kompetensi sesuai kebutuhan industri manufaktur, siap kerja, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi industri. Tingkat serapan lulusan ke dunia industri tercatat mencapai 68 persen saat kelulusan, dan ditargetkan meningkat hingga 100 persen dalam kurun waktu enam bulan setelah kelulusan.
Sebagai unit kerja Kemenperin yang bertanggung jawab dalam pembangunan SDM industri, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) terus memperluas kolaborasi strategis dengan berbagai mitra industri dan institusi pendidikan, baik di dalam maupun luar negeri.
Pada Selasa (20/1), BPSDMI berhasil meluluskan mahasiswa Politeknik ATK Yogyakarta yang mengikuti Program Luban–Mozi College, hasil kerja sama dengan perusahaan dan institusi pendidikan asal Tiongkok, yakni Sailun Group dan Qingdao Technical College (QTC).
Politeknik ATK Yogyakarta, sebagai unit pendidikan tinggi vokasi di bawah naungan BPSDMI Kemenperin yang berfokus pada pengembangan kompetensi industri kulit, karet, dan plastik, telah menyeleksi dan mengirimkan 10 mahasiswa untuk mengikuti Program Luban–Mozi College di Tiongkok sejak September 2025.
Kepala BPSDMI Doddy Rahadi menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud nyata kolaborasi global antara dunia pendidikan dan industri dalam mencetak SDM industri unggul. “Kami meyakini bahwa pengalaman belajar langsung di lingkungan industri melalui praktik kerja industri internasional seperti ini menjadi bagian penting dalam membentuk smart talent yang siap menghadapi era industri modern,” ujarnya.***
