JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah pada perdagangan Kamis (8/1) sore, seiring dengan aksi profit taking (ambil untung) pelaku pasar pasca terjadinya rally di pasar saham Indonesia.
IHSG ditutup melemah 19,33 poin atau 0,22 persen ke posisi 8.925,46. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 3,70 poin atau 0,43 persen ke posisi 867,62.
Sepanjang Kamis, IHSG dibuka menguat, bergerak di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG bergerak ke zona merah hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, enam sektor menguat yaitu dipimpin sektor transportasi & logistik yang naik sebesar 1,67 persen, diikuti oleh sektor infrastruktur dan sektor properti yang naik masing-masing sebesar 1,38 persen dan 1,09 persen.
Sedangkan, lima sektor melemah yaitu sektor barang baku turun paling dalam sebesar 2,93 persen, diikuti oleh sektor teknologi dan sektor keuangan yang masing-masing turun sebesar 0,62 persen dan 0,61 persen.
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu SMLE, KOCI, RLCO, KIJA dan PBSA. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni MHKI, TRIN, OPMS, INPC dan NRCA.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 3.844.260 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 55,13 miliar lembar saham senilai Rp29,03 triliun. Sebanyak 302 saham naik, 370 saham menurun, dan 138 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia antara lain indeks Nikkei melemah 844,69 poin atau 1,63 persen ke 51.117,30, indeks Hang Seng melemah 309,63 poin atau 1,17 persen ke 26.149,31, indeks Shanghai melemah 2,79 poin atau 0,07 persen ke 4.082,97 dan indeks Strait Times melemah 8,20 poin atau 0,17 persen ke 4.739,41.***
