Industri Manufaktur dan Farmasi Didorong Jadi Motor Penggerak Utama Perekonomian

Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Ferry Irawan.

JAKARTA – Perekonomian Indonesia pada tahun 2025 masih menunjukkan ketahanan yang solid di tengah dinamika ekonomi global. Pertumbuhan PDB Q3-2025 tercatat sebesar 5,04% (yoy), konsisten dengan capaian pada triwulan sebelumnya dan sejalan dengan target pertumbuhan tahunan 5,2%.

Konsumsi rumah tangga masih menjadi pendorong utama ekonomi dengan kenaikan 4,89% (yoy), sementara Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) meningkat 5,04% (yoy), mencerminkan naiknya aktivitas investasi.

Selain itu, sektor manufaktur tetap berada pada zona ekspansi, tercermin dari PMI Manufaktur yang mencapai 53,3 pada November 2025, menandakan pemulihan industri yang terus berlanjut.

Pemerintah terus berupaya memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2026, khususnya melalui penguatan sektor industri manufaktur dan farmasi sebagai motor penggerak utama perekonomian.

Untuk mendukung agenda tersebut, Kemenko Perekonomian menyelenggarakan Seminar Ekonomi Nasional dengan tema Motor Penggerak Pertumbuhan Ekonomi 2026: Peran Strategis BUMN Industri Manufaktur dan Farmasi, Kamis (11/12).

Forum tersebut bertujuan untuk menghimpun pandangan pemangku kepentingan, menyelaraskan kebijakan, dan merumuskan langkah kolaboratif penguatan peran BUMN dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045, kita membutuhkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan lebih berkualitas. Target pertumbuhan 8% pada 2029 bukanlah sesuatu yang mustahil, kita pernah tumbuh di atas 7% di era 1990-an. Kuncinya adalah industrialisasi yang berkelanjutan, percepatan hilirisasi, serta penguatan BUMN terutama sektor manufaktur dan farmasi sebagai motor transformasi ekonomi nasional,” kata Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Ferry Irawan dikutip dari laman Kemenko Perekonomian, Jumat (12/12).

Pada sesi pertama diskusi, dilakukan pembahasan mengenai peran BUMN manufaktur dalam pengembangan mobil nasional, dukungan kebijakan pemerintah dalam memperkuat ekosistem industri mobil nasional, serta arah transformasi struktural Indonesia melalui penguatan sektor manufaktur dan pembangunan ekosistem mobil nasional.

Sejumlah narasumber menegaskan pentingnya memperkuat struktur industri dan meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia. Industri Manufaktur menjadi tulang punggung perekonomian nasional dan motor penggerak utama PDB nasional dengan kontribusi sebesar 19,15%.

Penguatan industri manufaktur, khususnya melalui pembangunan mobil nasional berbasis Electric Vehicle (EV), menjadi langkah krusial untuk mendorong reindustrialisasi. Indonesia memiliki momentum tepat karena fondasi ekosistem EV, termasuk bahan baku baterai, baja otomotif, dan pasar domestik yang besar telah terbentuk. Inisiatif ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar Indonesia memiliki mobil nasional sebagai simbol kemandirian teknologi dan pendorong pemerataan ekonomi melalui perluasan rantai pasok hingga ke daerah.*** 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *